CapitalIndo menyoroti arah baru ekonomi digital Indonesia setelah Kementerian Perdagangan membahas pentingnya aturan, konektivitas, dan pengembangan perdagangan digital di kawasan Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP. Pembahasan tersebut berlangsung dalam Gambir Trade Talk ke-22 pada 17 September 2026.
- RCEP Jadi Ruang Perdagangan Besar
- Aturan Digital Menjadi Semakin Penting
- Peluang untuk Pelaku Usaha Indonesia
- UMKM Perlu Naik Kelas
- Infrastruktur Digital Menjadi Kunci
- Investasi dan Ekspor Saling Berkaitan
- Indonesia Perlu Menjaga Daya Saing
- Data Menjadi Aset Penting
- Perdagangan Digital Tidak Hanya Soal Marketplace
- Indonesia Dorong Ekosistem Digital yang Lebih Terhubung
Topik ini menarik karena perdagangan digital tidak lagi hanya menyangkut marketplace.
Ekosistem tersebut mencakup pembayaran, data, layanan digital, logistik, perlindungan konsumen, hingga kemampuan pelaku usaha memasuki pasar luar negeri.
RCEP Jadi Ruang Perdagangan Besar
RCEP menjadi salah satu kerangka kerja sama perdagangan penting di kawasan Asia Pasifik.
Indonesia melihat perkembangan ekonomi digital sebagai bagian dari perubahan perdagangan regional.
Kementerian Perdagangan menyebut RCEP dapat membantu memperkuat integrasi perdagangan dan merespons perkembangan ekonomi digital.
Perdagangan digital memberikan peluang bagi perusahaan menjangkau konsumen tanpa harus membangun jaringan fisik di setiap negara.
Namun, peluang tersebut juga membutuhkan aturan yang jelas.
Pelaku usaha harus memahami ketentuan mengenai data, pembayaran, pajak, perlindungan konsumen, dan distribusi.
Aturan Digital Menjadi Semakin Penting
Pertumbuhan transaksi online membuat aturan perdagangan digital menjadi lebih kompleks.
Satu transaksi dapat melibatkan penjual dari satu negara, platform dari negara lain, pembayaran melalui perusahaan berbeda, serta pengiriman lintas batas.
Tanpa aturan yang selaras, proses tersebut dapat menghadapi hambatan.
Karena itu, diskusi mengenai aturan digital menjadi bagian penting dalam kerja sama regional.
Indonesia juga mengikuti pembahasan mengenai ASEAN Digital Economy Framework Agreement atau DEFA.
Kedua kerangka tersebut menunjukkan bahwa perdagangan regional semakin terhubung dengan teknologi.
Peluang untuk Pelaku Usaha Indonesia
Perdagangan digital lintas negara memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal.
Produk makanan, fesyen, kerajinan, kecantikan, hingga jasa kreatif dapat menjangkau pasar luar negeri melalui platform digital.
Namun, masuk ke pasar internasional membutuhkan kesiapan.
Produk harus memiliki kualitas konsisten.
Kemasan perlu menyesuaikan standar.
Pembayaran harus aman.
Selain itu, pelaku usaha perlu memahami kebijakan impor negara tujuan.
Kesiapan digital saja tidak cukup.
UMKM Perlu Naik Kelas
UMKM menjadi salah satu kelompok yang berpotensi memperoleh manfaat besar dari perdagangan digital.
Bank Indonesia sebelumnya mendorong UMKM melakukan digitalisasi melalui e-farming, e-commerce, dan e-financing. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan pembiayaan.
Perdagangan lintas negara dapat menjadi tahap berikutnya.
UMKM tidak lagi hanya menjual kepada pelanggan di kota sendiri.
Mereka dapat membangun pasar regional apabila mampu memenuhi standar dan kebutuhan konsumen luar negeri.
Namun, tidak semua UMKM siap melakukan ekspansi.
Masalah bahasa, logistik, sertifikasi, modal, dan pemasaran masih menjadi tantangan.
Infrastruktur Digital Menjadi Kunci
Perdagangan digital membutuhkan konektivitas yang stabil.
Pelaku usaha harus dapat mengelola pesanan, pembayaran, inventori, dan komunikasi dengan pelanggan.
Jika sistem digital tidak stabil, pengalaman konsumen dapat terganggu.
Karena itu, pembangunan infrastruktur digital menjadi bagian penting dari ekonomi modern.
Konektivitas juga perlu dibarengi literasi.
Pelaku usaha harus memahami keamanan akun, perlindungan data, dan risiko penipuan digital.
Investasi dan Ekspor Saling Berkaitan
Pemerintah juga melihat hubungan antara perdagangan dan investasi.
Dalam forum ATTEC Global Investment Forum, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa perluasan pasar ekspor dapat menciptakan peluang investasi baru yang meningkatkan kapasitas produksi Indonesia.
Logikanya cukup sederhana.
Jika permintaan luar negeri meningkat, perusahaan membutuhkan kapasitas produksi lebih besar.
Kondisi tersebut dapat menciptakan kebutuhan investasi.
Pada tahap berikutnya, investasi dapat memperkuat kemampuan produksi dan membuat perusahaan lebih kompetitif.
Indonesia Perlu Menjaga Daya Saing
Perdagangan digital membuka pasar, tetapi persaingan juga ikut terbuka.
Produk Indonesia akan bertemu produk dari China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan negara RCEP lainnya.
Konsumen memiliki banyak pilihan.
Karena itu, harga bukan satu-satunya faktor.
Kualitas, kecepatan pengiriman, desain, layanan pelanggan, dan reputasi menjadi bagian dari persaingan.
Pelaku usaha perlu membangun keunggulan yang sulit ditiru.
Data Menjadi Aset Penting
Perdagangan digital juga membawa isu data.
Informasi pelanggan, transaksi, dan perilaku konsumen memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, aturan mengenai perlindungan data menjadi bagian penting dari perdagangan digital.
Konsumen harus mengetahui bagaimana data mereka digunakan.
Pelaku usaha juga perlu memastikan sistem mereka memiliki perlindungan yang memadai.
Perdagangan Digital Tidak Hanya Soal Marketplace
Perubahan ekonomi digital menunjukkan bahwa perdagangan modern semakin luas.
Marketplace hanyalah salah satu kanal.
Layanan pembayaran, cloud, software, logistik, iklan digital, dan jasa kreatif ikut membentuk ekosistem.
Karena itu, kebijakan perdagangan digital akan memengaruhi banyak sektor.
RCEP dapat menjadi ruang penting untuk membahas standar dan konektivitas yang mendukung aktivitas tersebut.
Indonesia Dorong Ekosistem Digital yang Lebih Terhubung
Pembahasan perdagangan digital RCEP menunjukkan bahwa teknologi mulai menjadi bagian inti kebijakan perdagangan Indonesia.
Perusahaan dan UMKM memiliki peluang menjangkau pasar lebih luas.
Namun, peluang tersebut membutuhkan kesiapan infrastruktur, regulasi, keamanan data, dan kemampuan bisnis.
Forum perdagangan seperti Gambir Trade Talk memberikan ruang bagi pemerintah, akademis, dan pelaku usaha untuk membahas perubahan tersebut.
Ke depan, kemampuan Indonesia memanfaatkan perdagangan digital akan sangat berkaitan dengan daya saing produk lokal.
Pasar regional semakin terhubung.
Tantangannya bukan lagi sekedar bisa berjualan secara online, tetapi mampu bersaing ketika produk Indonesia bertemu dengan produk dari seluruh kawasan.


