• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: QRIS Jadi Andalan BCA Digital, Transaksi Melonjak
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » QRIS Jadi Andalan BCA Digital, Transaksi Melonjak
Teknologi Finansial (Fintech)

QRIS Jadi Andalan BCA Digital, Transaksi Melonjak

MadelineLaine
Last updated: September 17, 2026 3:20 pm
MadelineLaine
Published: September 17, 2026
Share

capitalindo.id kali ini tidak membahas pasar saham, melainkan perubahan perilaku pembayaran digital. BCA Digital mencatat volume transaksi digital di luar transfer mencapai Rp13,13 triliun hingga 31 Agustus 2026, meningkat 186 persen dibanding tiga tahun sebelumnya. QRIS menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 36 persen dari total volume.

Contents
  • QRIS Bukan Lagi Sekadar Scan Statis
  • Nilai Transaksi Tembus Rp13 Triliun
  • Gen Z Menjadi Basis Nasabah Besar
  • E-Wallet dan Biller Ikut Tumbuh
  • Pembayaran Digital Bergerak Lintas Negara
  • UMKM Tetap Menjadi Bagian Penting
  • Kemudahan Harus Diimbangi Keamanan
  • Bank Digital Memasuki Fase Kedua

Data tersebut menunjukkan pembayaran melalui ponsel semakin bergeser dari fitur tambahan menjadi kebiasaan utama nasabah digital.

QRIS Bukan Lagi Sekadar Scan Statis

Pada fase awal, QRIS identik dengan pengguna yang memindai kode di meja kasir.

Sekarang bentuknya lebih luas.

BCA Digital mendukung QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, serta QRIS Tap. Frekuensi transaksi QRIS dilaporkan tumbuh sekitar 124 persen secara tahunan.

Perubahan tersebut memperluas konteks penggunaan.

Pembayaran dapat dilakukan di merchant, kebutuhan transportasi tertentu, maupun skenario transaksi lain yang sebelumnya menggunakan kartu atau uang tunai.

Semakin sedikit langkah yang dibutuhkan, semakin besar peluang pengguna memilih pembayaran digital sebagai opsi pertama.

Nilai Transaksi Tembus Rp13 Triliun

Dalam tiga tahun, total volume transaksi digital blu di luar transfer naik 186 persen menjadi Rp13,13 triliun.

Penting membedakan angka ini dengan pertumbuhan QRIS.

Kenaikan 186 persen merupakan pertumbuhan volume transaksi digital secara keseluruhan, bukan berarti nilai QRIS sendiri naik sebesar angka tersebut.

QRIS menyumbang sekitar 36 persen dari volume, menjadikannya kategori terbesar.

Pola ini memperlihatkan bagaimana aplikasi bank digital berkembang dari tempat menyimpan uang menjadi alat transaksi harian.

Gen Z Menjadi Basis Nasabah Besar

BCA Digital melaporkan sekitar 56 persen nasabah blu berasal dari Gen Z dan sekitar 35 persen dari kelompok milenial.

Komposisi tersebut membantu menjelaskan pertumbuhan transaksi berbasis aplikasi.

Pengguna muda terbiasa melakukan pembayaran melalui smartphone dan memiliki hambatan lebih kecil untuk mencoba fitur baru.

Namun usia bukan satu-satunya faktor.

Kemudahan interface, kecepatan transaksi, jumlah merchant, serta integrasi dengan layanan lain menentukan apakah pengguna akan tetap memakai produk.

E-Wallet dan Biller Ikut Tumbuh

Transaksi e-wallet blu tumbuh sekitar 71 persen secara tahunan, sementara bluPayment naik 56 persen.

Pembayaran dan pembelian melalui kategori biller juga meningkat sekitar 44 persen.

Data tersebut menunjukkan satu aplikasi semakin sering dipakai untuk berbagai kebutuhan.

Nasabah tidak hanya mengirim uang antarrekening.

Mereka membayar tagihan, mengisi dompet digital, bertransaksi melalui QRIS, serta menggunakan layanan valuta asing.

Inilah alasan bank digital berlomba memperluas ekosistem.

Semakin banyak kebutuhan yang dapat diselesaikan dari satu aplikasi, semakin tinggi kemungkinan pengguna kembali.

Pembayaran Digital Bergerak Lintas Negara

Perkembangan berikutnya tidak berhenti pada transaksi domestik.

QRIS lintas negara telah berkembang melalui kerja sama dengan sejumlah pasar regional, sementara layanan valuta asing juga semakin mudah diakses dari aplikasi perbankan.

Bagi pengguna, manfaatnya terasa pada perjalanan atau belanja lintas negara.

Bagi bank, layanan semacam ini membuka kompetisi baru.

Nilai tukar, biaya, ketersediaan mata uang, dan pengalaman pengguna menjadi faktor pembeda.

UMKM Tetap Menjadi Bagian Penting

Pertumbuhan QRIS nasional juga ditopang jumlah merchant yang besar.

Bank Indonesia sebelumnya mencatat puluhan juta merchant telah menggunakan QRIS dan mayoritas berasal dari kelompok UMKM.

Artinya, efek digitalisasi tidak hanya terjadi pada bank dan perusahaan teknologi.

Warung, toko kecil, pedagang kuliner, serta usaha jasa ikut masuk ke jaringan pembayaran digital.

Dalam skala ekonomi, proses ini membantu transaksi menjadi lebih tercatat.

Namun adopsi digital juga membawa kebutuhan baru seperti keamanan akun, literasi penipuan, dan akses terhadap perangkat.

Kemudahan Harus Diimbangi Keamanan

Semakin sering aplikasi digunakan, semakin besar nilai akun bagi pelaku kejahatan.

Phishing, social engineering, pencurian OTP, dan pengambilalihan perangkat menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Bank dapat menambahkan autentikasi dan deteksi fraud, tetapi pengguna tetap memiliki peran.

Kode OTP, PIN, serta kata sandi tidak boleh dibagikan meskipun orang yang menghubungi mengaku sebagai petugas bank.

Aplikasi juga sebaiknya hanya dipasang dari toko resmi.

Bank Digital Memasuki Fase Kedua

Tahap pertama industri bank digital banyak berfokus pada pembukaan akun tanpa cabang dan promosi bunga.

Tahap berikutnya lebih sulit.

Pengguna harus benar-benar memakai rekening untuk aktivitas sehari-hari.

Data BCA Digital menunjukkan perubahan tersebut mulai terjadi.

Volume transaksi tumbuh, QRIS mengambil porsi besar, dan layanan pembayaran semakin beragam.

Menurut laporan terbaru, perusahaan juga mengarahkan pengembangan berikutnya pada penguatan ekosistem finansial, bukan sekadar menambah fitur secara acak.

Persaingan bank digital akhirnya akan ditentukan oleh frekuensi penggunaan, bukan jumlah unduhan aplikasi.

Jika nasabah membuka aplikasi setiap hari untuk membayar makanan, transportasi, tagihan, atau kebutuhan lintas negara, hubungan dengan bank menjadi jauh lebih kuat.

Fenomena Pinjol di Indonesia: Generasi Muda Usia 19–34 Tahun Paling Banyak Berutang
Phishing OpenClaw di GitHub: Airdrop Palsu CLAW Target Developer Kripto
Migrasi Post-Quantum Bitcoin Bisa Ungkap Jumlah Koin Satoshi yang Sebenarnya
Top 5 Aplikasi Saham Terbaik 2026 di Indonesia
Takut Jebol? 5 Cold Wallet Kripto Teraman untuk Simpan Asset Crypto Kamu!
TAGGED:Bank DigitalBCA DigitalbluFintech IndonesiaPembayaran DigitalQRIS

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article 92% UMKM RI Hadapi Insiden Siber, Risiko Membesar
Next Article Perdagangan Digital RCEP Jadi Fokus Ekonomi Indonesia

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Kredit Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 13,65 Persen
Surplus Perdagangan Indonesia Tembus US$3,55 Miliar
IPO BEI 2026 Baru Tujuh Emiten, Target Masih Jauh

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?