Michael Saylor kembali membuat pasar kripto berdenyut kencang. Co-founder Strategy ini kembali beri sinyal akan beli Bitcoin dalam waktu dekat. Oleh karena itu, semua mata kini tertuju
pada langkah berikutnya dari perusahaan asal Virginia tersebut.
Sinyal Klasik Saylor: Grafik Riwayat Pembelian
Pada Sabtu (26/4/2026), Saylor membagikan sebuah grafik di platform X. Grafik itu menampilkan riwayat pembelian Bitcoin oleh Strategy. Tercatat ada 107 transaksi pembelian BTC sejak tahun 2020.
Bagi pengamat pasar, ini bukan hal baru. Sebaliknya, pola berbagi grafik ini sudah dikenal luas sebagai sinyal pembelian yang akan segera terjadi. Dengan demikian, komunitas kripto langsung bereaksi positif terhadap unggahan tersebut.

Menariknya, pembelian sebelumnya baru saja selesai kurang dari sepekan lalu. Saat itu, Strategy membeli 34.164 BTC senilai lebih dari $2,5 miliar. Akibatnya, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 815.061 BTC, senilai sekitar $63,6 miliar berdasarkan harga pasar terkini.
Strategy: Pemain Terbesar yang Tak Tertandingi
Strategy bukan sekadar perusahaan biasa. Perusahaan ini adalah pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik yang ada saat ini. Sebagai perbandingan, peringkat kedua ditempati oleh Twenty One Capital. Namun, perusahaan itu hanya memegang 43.514 BTC — jauh di bawah milik Strategy.
Selain itu, Strategy juga dikenal sebagai anchor buyer atau pembeli jangkar di pasar Bitcoin. Permintaan BTC dari Strategy bahkan tiga kali lipat melampaui pasokan Bitcoin yang baru ditambang. Oleh karena itu, analis mulai memperingatkan potensi supply shock. Apalagi jika jumlah koin yang tersisa di bursa terus berkurang.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Samson Mow, advokat Bitcoin terkemuka. Ia menegaskan bahwa penyerapan pasokan oleh Strategy bisa memicu kelangkaan yang signifikan di pasar.
Kerugian Tidak Terealisasi $14,5 Miliar, Kini Kembali Untung
Perjalanan Strategy tidak selalu mulus. Perusahaan ini mencatat kerugian tidak terealisasi sebesar $14,5 miliar pada kuartal pertama 2026. Kerugian itu terjadi karena harga Bitcoin jatuh dari puncak $126.000 pada Oktober 2025 ke titik terendah sekitar $60.000 pada Februari 2026.
Namun demikian, kondisi kini telah berbalik. Rata-rata harga perolehan Bitcoin oleh Strategy adalah $75.528 per BTC. Sementara itu, harga BTC saat ini berada di kisaran $78.000. Dengan demikian, posisi Strategy kini kembali berada di zona profit atau untung.

Ini adalah kabar baik bagi investor dan pemegang saham Strategy. Selain itu, ini juga menjadi sinyal bahwa strategi akumulasi jangka panjang Saylor mulai membuahkan hasil kembali.
Target Ambisius: 1,2 Juta BTC Sebelum Akhir 2026
Ambisi Strategy tidak berhenti di sini. Investor dan pendukung Bitcoin, Adam Livingston, memproyeksikan hal yang mengejutkan. Ia memperkirakan Strategy berada di jalur yang tepat untuk mengumpulkan total 1,2 juta BTC sebelum akhir tahun 2026.
Rencana pembelian itu akan didanai melalui instrumen keuangan bernama Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC). Ini adalah instrumen kredit yang menghasilkan imbal hasil bagi pemegangnya. Livingston bahkan menambahkan keyakinannya bahwa mekanisme ini bisa mendorong harga Bitcoin menuju $1 juta per koin.
Meskipun demikian, proyeksi tersebut terdengar sangat ambisius. Oleh karena itu, tidak semua pihak sependapat.
Suara Kritis: Strategi Ini Berisiko?
Tidak semua analis melihat strategi Saylor dengan mata positif. Rida Morwa, blogger keuangan di Seeking Alpha, memberikan peringatan keras. Ia menilai Strategy terus menerbitkan saham preferen secara agresif. Selain itu, rencananya bergantung pada penerbitan ekuitas atau penjualan aset untuk membayar dividen.
Dengan demikian, ia menyimpulkan bahwa strategi ini hanya masuk akal jika harga Bitcoin memang terus naik secara konsisten. Namun, tidak ada jaminan hal itu akan terjadi. Oleh karena itu, risiko tetap ada dan tidak bisa diabaikan begitu saja.
Pasar Merespons Positif
Terlepas dari pro dan kontra, pasar merespons sinyal Saylor dengan antusias. Harga Bitcoin bertahan di kisaran $78.000 saat berita ini ditulis. Bahkan, beberapa analis melihat potensi kenaikan lanjutan jika Strategy benar-benar melakukan pembelian besar berikutnya.
Sementara itu, aksi beli Strategy secara tidak langsung juga memperkuat narasi institusionalisasi Bitcoin. Semakin banyak perusahaan besar yang memegang BTC, semakin kuat fondasi permintaan jangka panjangnya.
Kesimpulan: Saylor Tidak Akan Berhenti
Satu hal yang konsisten dari Michael Saylor adalah keyakinannya. Ia tidak pernah berhenti membeli Bitcoin, bahkan di tengah tekanan pasar sekalipun. Sebaliknya, ia justru memanfaatkan momen koreksi untuk menambah posisi.
Dengan demikian, sinyal terbaru ini bukan kejutan. Namun, dampaknya terhadap pasar tetap terasa nyata. Jika pembelian baru benar-benar terjadi dalam beberapa hari ke depan, momentum bullish Bitcoin bisa semakin menguat. Semua mata kini tertuju pada satu pertanyaan: berapa banyak BTC yang akan dibeli Saylor kali ini?


