Pertarungan hukum antara platform pasar prediksi dan otoritas negara bagian Amerika Serikat semakin memanas. Bahkan, sejumlah pakar hukum kini memperkirakan bahwa kasus ini bisa berakhir di hadapan Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Kalshi Lawan Nevada di Pengadilan Banding
Pada hari Kamis, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kesembilan mendengarkan argumen lisan dari pengacara platform pasar prediksi Kalshi dan otoritas Nevada. Cointelegraph Kasus ini berkaitan dengan larangan Nevada terhadap kontrak event yang ditawarkan Kalshi di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pengadilan tingkat lebih rendah memutuskan bahwa Kalshi harus memiliki lisensi perjudian untuk beroperasi di Nevada. Keputusan itulah yang kini tengah digugat melalui proses banding ini.

Menariknya, ini bukan satu-satunya konflik hukum yang dihadapi Kalshi. Hakim banding dan pengacara Kalshi mengakui bahwa ada beberapa tindakan penegakan hukum di tingkat negara bagian terhadap perusahaan dan platform pasar prediksi lainnya, termasuk tuduhan pidana yang diajukan di Arizona. Cointelegraph Namun demikian, minggu lalu sebuah pengadilan federal memblokir otoritas Arizona dari menegakkan undang-undang perjudian negara bagian terhadap kontrak event Kalshi.
Inti Perdebatan: Siapa yang Berwenang Mengatur?
Pertanyaan utama dalam kasus ini adalah soal yurisdiksi. Siapa yang seharusnya mengatur platform pasar prediksi — pemerintah negara bagian atau pemerintah federal?
Kalshi berargumen bahwa kontrak event mereka adalah “swap” yang berada di bawah wewenang Commodity Futures Trading Commission (CFTC), bukan otoritas perjudian negara bagian. Cointelegraph Argumen ini mendapat dukungan dari Ketua CFTC Michael Selig, terutama dalam kasus serupa yang melibatkan Crypto.com melawan otoritas Nevada.
Pengacara Kalshi, Colleen Sinzdak, menegaskan pentingnya keseragaman keputusan hukum. Ia menekankan bahwa pengadilan negara bagian dan federal sebaiknya tidak menangani isu yang sama secara bersamaan. Pasalnya, hal itu berpotensi menghasilkan putusan yang saling bertentangan.
Dampak Besar bagi Industri Pasar Prediksi
Keputusan pengadilan banding ini tidak hanya berdampak pada Kalshi. Sebaliknya, putusan tersebut bisa memengaruhi seluruh ekosistem pasar prediksi di Amerika Serikat.
Putusan apa pun yang dihasilkan berpotensi memengaruhi cara pengadilan negara bagian memperlakukan platform pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket. Cointelegraph Ini sangat krusial, mengingat pasar prediksi diperkirakan akan mencapai nilai $1 triliun pada 2030.
Oleh karena itu, kepastian hukum menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa regulasi yang jelas, platform-platform ini akan terus menghadapi ancaman hukum dari berbagai negara bagian secara bersamaan.
Coinbase Ikut Bersuara: Kasus Ini Bisa ke Mahkamah Agung
Meski tidak terlibat langsung dalam persidangan Kalshi, Coinbase mengikuti perkembangan kasus ini dengan seksama. Alasannya jelas — Coinbase pun memiliki kepentingan besar dalam industri pasar prediksi.
Paul Grewal, Chief Legal Officer Coinbase, menyatakan prediksinya bahwa Mahkamah Agung pada akhirnya akan memutuskan apakah kontrak olahraga di Designated Contract Markets termasuk swap yang berada di bawah yurisdiksi eksklusif CFTC. Cointelegraph
Grewal juga mengingatkan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam argumen lisan belum tentu mencerminkan arah keputusan akhir pengadilan. Artinya, hasil banding ini masih sulit diprediksi.
Preseden Hukum: Murphy v. NCAA 2018
Untuk memahami akar permasalahan ini, perlu melihat ke belakang. Mahkamah Agung AS sebelumnya memberikan kewenangan kepada negara bagian untuk mengatur perjudian olahraga melalui putusan Murphy v. National Collegiate Athletic Association pada 2018. Cointelegraph
Sejak saat itu, setiap negara bagian bebas membuat aturannya sendiri soal perjudian olahraga. Akibatnya, muncul ketidakpastian tentang apakah platform pasar prediksi berbasis kontrak termasuk dalam kategori tersebut atau tidak.
Inilah celah hukum yang kini menjadi medan pertempuran antara Kalshi dan negara bagian Nevada — dan kemungkinan besar, pertempuran ini belum akan selesai dalam waktu dekat.
Kesimpulan: Babak Baru Regulasi Kripto di Amerika
Kasus Kalshi bukan sekadar sengketa bisnis biasa. Lebih dari itu, ini adalah pertarungan yang akan menentukan masa depan regulasi pasar prediksi di seluruh Amerika Serikat.
Jika Mahkamah Agung turun tangan, keputusannya akan bersifat final dan mengikat semua negara bagian. Sebaliknya, jika banding ini diselesaikan di tingkat lebih rendah, ketidakpastian hukum kemungkinan akan terus berlanjut.
Bagi para pelaku industri kripto dan pasar prediksi, perkembangan kasus ini wajib untuk terus dipantau. Pasalnya, hasilnya akan membentuk lanskap regulasi digital untuk bertahun-tahun ke depan.


