• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Investor UAE Borong Saham AI saat Harga Turun, Kripto Tetap Diminati di Tengah Konflik
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Investor UAE Borong Saham AI saat Harga Turun, Kripto Tetap Diminati di Tengah Konflik
Berita Pasar

Investor UAE Borong Saham AI saat Harga Turun, Kripto Tetap Diminati di Tengah Konflik

Bianca
Last updated: April 17, 2026 10:52 am
Bianca
Published: April 17, 2026
Share

Konflik bersenjata di kawasan Teluk ternyata tidak menyurutkan semangat para investor di Uni Emirat Arab (UAE). Sebaliknya, mereka justru memanfaatkan penurunan harga sebagai peluang. Investor UAE aktif memborong saham AI dan aset kripto di tengah gejolak geopolitik yang sedang berlangsung.

Contents
  • Investor UAE Pilih “Buy the Dip” saat Pasar Tertekan
  • Saham AI yang Paling Banyak Dibeli
  • Konflik Iran Uji Ambisi Gulf sebagai Pusat Teknologi Dunia
  • Perusahaan Kripto di Dubai Tetap Beroperasi
  • Regulator UAE Tegaskan Komitmen dengan Aturan yang Jelas
  • Kesimpulan: UAE Tetap Jadi Magnet Investasi Digital

Investor UAE Pilih “Buy the Dip” saat Pasar Tertekan

Data terbaru dari platform investasi eToro menunjukkan tren menarik. Pengguna eToro di UAE justru menambah kepemilikan saham teknologi dan AI. Hal ini terjadi ketika harga saham-saham tersebut turun tajam pada kuartal pertama 2026.

Dengan demikian, strategi mereka jelas: bukan panik menjual, melainkan membeli di harga rendah. Pola ini menunjukkan bahwa investor UAE tetap percaya pada pertumbuhan jangka panjang sektor AI dan infrastruktur digital.

What UAE investors bought in Q1, 2026. Source: eToro
What UAE investors bought in Q1, 2026. Source: eToro

Josh Gilbert, analis pasar eToro, mengungkapkan temuannya kepada Cointelegraph. Menurutnya, investor UAE menjadi lebih selektif dalam mengambil risiko sepanjang Q1 2026. Selain itu, keputusan investasi mereka lebih didorong oleh tema jangka panjang. Bukan oleh mentalitas menghindari risiko semata.

Saham AI yang Paling Banyak Dibeli

Gilbert menyebutkan beberapa saham yang mencatat kenaikan kepemilikan signifikan. Pertama, ServiceNow melonjak hingga 125%. Kemudian, Super Micro Computer naik 65%. Selanjutnya, Adobe tercatat naik 54%. Terakhir, Oracle membukukan kenaikan sebesar 38%.

Semua ini terjadi meskipun pasar sedang berada di bawah tekanan. Selain itu, di sisi aset kripto, Strategy Inc. tetap menjadi saham ke-8 yang paling banyak dipegang. Hal ini menunjukkan bahwa eksposur terhadap ekuitas terkait kripto tetap terjaga.

Konflik Iran Uji Ambisi Gulf sebagai Pusat Teknologi Dunia

Di sisi lain, situasi geopolitik tetap menjadi perhatian serius. Konflik antara AS-Israel dengan Iran telah mengekspos risiko baru bagi infrastruktur teknologi di kawasan Teluk. Laporan Deutsche Bank tertanggal 13 April 2026 menyoroti hal ini secara khusus.

Menurut laporan tersebut, serangan dilaporkan mengenai pusat data Amazon Web Services di UAE dan Bahrain. Bahkan, proyek Stargate berkapasitas 1 gigawatt di Abu Dhabi juga disebut mendapat ancaman. Namun, Deutsche Bank berpendapat bahwa guncangan ini justru akan mempertajam permintaan. Bukan menghentikannya.

Oleh karena itu, kebutuhan terhadap AI, keamanan siber, dan infrastruktur digital berdaulat di kawasan ini diprediksi akan semakin kuat. Kawasan Teluk memiliki keunggulan tersendiri. Energi murah, pipeline proyek pusat data yang padat, dan dana kekayaan negara senilai sekitar $5 triliun pada 2025 menjadi fondasi yang kuat.

Perusahaan Kripto di Dubai Tetap Beroperasi

Bagaimana kondisi di lapangan? Para pelaku industri kripto di Dubai mengaku operasional mereka tetap berjalan. Namun, ada beberapa penyesuaian yang dilakukan.

Ben El-Baz, Managing Director HashKey MENA, menyebut operasional mereka tetap berjalan normal. Hal ini dimungkinkan oleh sistem trading dan kustodi berbasis cloud. Sistem tersebut tidak terlalu bergantung pada lokasi fisik. Meski demikian, gangguan kerja jarak jauh dan perjalanan tetap tidak bisa dihindari.

Sementara itu, Binance juga tetap beroperasi normal. Juru bicara Binance mengonfirmasi kepada Cointelegraph bahwa karyawan diberi opsi relokasi sementara sebagai langkah pencegahan. Namun, sebagian besar memilih untuk tetap tinggal. Di sisi lain, konferensi besar seperti Token2049 di Dubai terpaksa ditunda hingga 2027.

Hayssam El Masri dari Ento Capital menilai konflik ini sedang “memperhalus” bukan menghancurkan prospek GCC. Menurutnya, investor telah bergeser dari mode percaya diri ke mode sadar risiko. Akan tetapi, mereka umumnya tidak keluar dari kawasan ini.

Regulator UAE Tegaskan Komitmen dengan Aturan yang Jelas

Di tengah turbulensi ini, regulator UAE tidak tinggal diam. Dubai’s Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) terus menjalankan kerangka regulasinya. Mereka merilis panduan detail soal penerbitan token. Selain itu, aturan resmi untuk derivatif kripto juga sudah ditetapkan.

Sean McHugh, kepala market assurance VARA, memberikan pernyataan tegas. Menurutnya, dalam masa-masa penuh tekanan, pelaku pasar serius tidak mencari yurisdiksi dengan aturan paling longgar. Sebaliknya, mereka mencari yurisdiksi dengan aturan paling jelas.

Oleh karena itu, kombinasi lisensi transparan, pengawasan yang terlihat, dan penegakan aktif di Dubai dirancang untuk menarik institusi. Tujuannya agar mereka menjadikan Dubai sebagai basis strategis jangka panjang. Bukan sekadar tempat parkir modal sesaat.

Kesimpulan: UAE Tetap Jadi Magnet Investasi Digital

Secara keseluruhan, investor UAE mengirim sinyal yang kuat ke pasar global. Konflik geopolitik memang menciptakan volatilitas. Namun, hal itu tidak mengubah keyakinan mereka terhadap masa depan AI dan aset kripto.

Selain itu, dukungan regulasi yang jelas dari VARA semakin memperkuat posisi Dubai. Dengan demikian, kawasan Teluk — khususnya UAE — tampaknya akan tetap menjadi salah satu pusat investasi digital paling aktif di dunia, meski di tengah badai sekalipun.

Altseason Kripto 2026: Pola 2017 Terulang Kembali?
Top 10 Saham yang Dijual Asing di Sesi 1
Crypto Clarity Act Berpotensi Lolos, Senator Sepakati Isu Penting Stablecoin
Bitcoin Saat Perang: 5 Alasan Mengapa Kripto Tetap Kuat
Pekerja IT Korea Utara Diretas, Operasi Penipuan Kripto Senilai $3,5 Juta Terbongkar
TAGGED:Artificial IntelligenceBinanceDeutsche BankDubaieToroHashKeykonflik iranKriptoSaham TeknologiUAEVARA

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Tether Selamatkan Drift Protocol dengan Suntikan Dana $150 Juta Usai Diretas $280 Juta
Next Article Apa yang Sebenarnya Terjadi Pada Aave dan Kelp DAO Baru-Baru Ini?

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Peneliti Menangkan Hadiah 1 Bitcoin Usai Lakukan Serangan Kuantum Terbesar pada Teknologi Kriptografi
Rekomendasi Saham Dividen Jelang Cum Date April 2026
Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional
Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?