• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Kalshi vs Nevada: Pertarungan Hukum Pasar Prediksi Menuju Mahkamah Agung AS?
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Kalshi vs Nevada: Pertarungan Hukum Pasar Prediksi Menuju Mahkamah Agung AS?
Berita Pasar

Kalshi vs Nevada: Pertarungan Hukum Pasar Prediksi Menuju Mahkamah Agung AS?

Bianca
Last updated: April 17, 2026 9:37 am
Bianca
Published: April 17, 2026
Share

Pertarungan hukum antara platform pasar prediksi dan otoritas negara bagian Amerika Serikat semakin memanas. Bahkan, sejumlah pakar hukum kini memperkirakan bahwa kasus ini bisa berakhir di hadapan Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Contents
  • Kalshi Lawan Nevada di Pengadilan Banding
  • Inti Perdebatan: Siapa yang Berwenang Mengatur?
  • Dampak Besar bagi Industri Pasar Prediksi
  • Coinbase Ikut Bersuara: Kasus Ini Bisa ke Mahkamah Agung
  • Preseden Hukum: Murphy v. NCAA 2018
  • Kesimpulan: Babak Baru Regulasi Kripto di Amerika

Kalshi Lawan Nevada di Pengadilan Banding

Pada hari Kamis, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kesembilan mendengarkan argumen lisan dari pengacara platform pasar prediksi Kalshi dan otoritas Nevada. Cointelegraph Kasus ini berkaitan dengan larangan Nevada terhadap kontrak event yang ditawarkan Kalshi di wilayah tersebut.

Sebelumnya, pengadilan tingkat lebih rendah memutuskan bahwa Kalshi harus memiliki lisensi perjudian untuk beroperasi di Nevada. Keputusan itulah yang kini tengah digugat melalui proses banding ini.

Thursday oral arguments by Kalshi and the State of Nevada. Source: US Court of Appeals, Ninth Circuit
Thursday oral arguments by Kalshi and the State of Nevada. Source: US Court of Appeals, Ninth Circuit

Menariknya, ini bukan satu-satunya konflik hukum yang dihadapi Kalshi. Hakim banding dan pengacara Kalshi mengakui bahwa ada beberapa tindakan penegakan hukum di tingkat negara bagian terhadap perusahaan dan platform pasar prediksi lainnya, termasuk tuduhan pidana yang diajukan di Arizona. Cointelegraph Namun demikian, minggu lalu sebuah pengadilan federal memblokir otoritas Arizona dari menegakkan undang-undang perjudian negara bagian terhadap kontrak event Kalshi.


Inti Perdebatan: Siapa yang Berwenang Mengatur?

Pertanyaan utama dalam kasus ini adalah soal yurisdiksi. Siapa yang seharusnya mengatur platform pasar prediksi — pemerintah negara bagian atau pemerintah federal?

Kalshi berargumen bahwa kontrak event mereka adalah “swap” yang berada di bawah wewenang Commodity Futures Trading Commission (CFTC), bukan otoritas perjudian negara bagian. Cointelegraph Argumen ini mendapat dukungan dari Ketua CFTC Michael Selig, terutama dalam kasus serupa yang melibatkan Crypto.com melawan otoritas Nevada.

Pengacara Kalshi, Colleen Sinzdak, menegaskan pentingnya keseragaman keputusan hukum. Ia menekankan bahwa pengadilan negara bagian dan federal sebaiknya tidak menangani isu yang sama secara bersamaan. Pasalnya, hal itu berpotensi menghasilkan putusan yang saling bertentangan.


Dampak Besar bagi Industri Pasar Prediksi

Keputusan pengadilan banding ini tidak hanya berdampak pada Kalshi. Sebaliknya, putusan tersebut bisa memengaruhi seluruh ekosistem pasar prediksi di Amerika Serikat.

Putusan apa pun yang dihasilkan berpotensi memengaruhi cara pengadilan negara bagian memperlakukan platform pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket. Cointelegraph Ini sangat krusial, mengingat pasar prediksi diperkirakan akan mencapai nilai $1 triliun pada 2030.

Oleh karena itu, kepastian hukum menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa regulasi yang jelas, platform-platform ini akan terus menghadapi ancaman hukum dari berbagai negara bagian secara bersamaan.


Coinbase Ikut Bersuara: Kasus Ini Bisa ke Mahkamah Agung

Meski tidak terlibat langsung dalam persidangan Kalshi, Coinbase mengikuti perkembangan kasus ini dengan seksama. Alasannya jelas — Coinbase pun memiliki kepentingan besar dalam industri pasar prediksi.

Paul Grewal, Chief Legal Officer Coinbase, menyatakan prediksinya bahwa Mahkamah Agung pada akhirnya akan memutuskan apakah kontrak olahraga di Designated Contract Markets termasuk swap yang berada di bawah yurisdiksi eksklusif CFTC. Cointelegraph

Grewal juga mengingatkan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam argumen lisan belum tentu mencerminkan arah keputusan akhir pengadilan. Artinya, hasil banding ini masih sulit diprediksi.


Preseden Hukum: Murphy v. NCAA 2018

Untuk memahami akar permasalahan ini, perlu melihat ke belakang. Mahkamah Agung AS sebelumnya memberikan kewenangan kepada negara bagian untuk mengatur perjudian olahraga melalui putusan Murphy v. National Collegiate Athletic Association pada 2018. Cointelegraph

Sejak saat itu, setiap negara bagian bebas membuat aturannya sendiri soal perjudian olahraga. Akibatnya, muncul ketidakpastian tentang apakah platform pasar prediksi berbasis kontrak termasuk dalam kategori tersebut atau tidak.

Inilah celah hukum yang kini menjadi medan pertempuran antara Kalshi dan negara bagian Nevada — dan kemungkinan besar, pertempuran ini belum akan selesai dalam waktu dekat.


Kesimpulan: Babak Baru Regulasi Kripto di Amerika

Kasus Kalshi bukan sekadar sengketa bisnis biasa. Lebih dari itu, ini adalah pertarungan yang akan menentukan masa depan regulasi pasar prediksi di seluruh Amerika Serikat.

Jika Mahkamah Agung turun tangan, keputusannya akan bersifat final dan mengikat semua negara bagian. Sebaliknya, jika banding ini diselesaikan di tingkat lebih rendah, ketidakpastian hukum kemungkinan akan terus berlanjut.

Bagi para pelaku industri kripto dan pasar prediksi, perkembangan kasus ini wajib untuk terus dipantau. Pasalnya, hasilnya akan membentuk lanskap regulasi digital untuk bertahun-tahun ke depan.

Pasar Kripto Waspada Karena Krisis Asia Barat
Peneliti Menangkan Hadiah 1 Bitcoin Usai Lakukan Serangan Kuantum Terbesar pada Teknologi Kriptografi
Bitcoin Dipakai di Selat Hormuz, Apakah Ini “Game Over” untuk XRP?
Tether Selamatkan Drift Protocol dengan Suntikan Dana $150 Juta Usai Diretas $280 Juta
Saham Pengujian & Kemasan Chip: Pilihan Bernstein untuk AI 2026
TAGGED:CFTCCoinbaseEvent ContractHukum KriptoKalshiMahkamah Agung ASNevadaPasar PrediksiPaul GrewalPolymarketPrediction MarketsRegulasi KriptoSwap

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Rekor Baru! Penambang Bitcoin Publik Jual Lebih Banyak BTC di Q1 2026 Dibanding Sepanjang Tahun 2025
Next Article Josh Stark Mundur dari Ethereum Foundation Setelah Lima Tahun Berkarya

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Rekomendasi Saham Dividen Jelang Cum Date April 2026
Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional
Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional
Bitcoin Whale Akumulasi Besar-Besaran, Santiment: Sinyal Bull Run Jangka Panjang

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?