Tether resmi mengumumkan program pemulihan senilai $150 juta untuk Drift Protocol. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis, 17 April 2026. Langkah ini diambil setelah platform DeFi tersebut menjadi korban eksploit besar awal April ini.
Eksploit $280 Juta yang Mengguncang Drift Protocol
Drift Protocol adalah platform bursa terdesentralisasi (DEX) yang berjalan di jaringan Solana. Sayangnya, platform ini menjadi korban serangan siber yang sangat merugikan. Total kerugian akibat eksploit ini mencapai $280 juta.
Akibatnya, seluruh aktivitas platform langsung terhenti. Selain itu, ribuan pengguna yang menyimpan aset digital di sana ikut merasakan dampaknya. Komunitas DeFi pun sontak terguncang oleh besarnya nilai aset yang berhasil dicuri.

Berdasarkan analisis dari Quill Audits, berbagai aset kripto teratas berhasil disedot oleh peretas. Mereka mengeksploitasi celah keamanan secara sistematis. Kemudian, tim Drift Protocol mengirimkan pesan langsung secara on-chain kepada dompet yang diduga milik pelaku, sebagai upaya negosiasi awal.
Tether Turun Tangan: Struktur Pemulihan $150 Juta
Merespons krisis ini, Tether berkomitmen menyuntikkan dana sebesar $127,5 juta. Sisanya, yakni $22,5 juta, akan berasal dari mitra strategis yang belum disebutkan namanya. Dengan demikian, total paket pemulihan mencapai $150 juta.
Menariknya, struktur pemulihan ini terbilang inovatif. Pendanaan tidak disuntikkan sekaligus di awal. Sebaliknya, dana dikaitkan langsung dengan aktivitas perdagangan di platform Drift setelah peluncuran ulang.
Artinya, semakin aktif pengguna bertransaksi, semakin cepat pula saldo para korban dipulihkan. Pendekatan ini menciptakan insentif organik. Selain itu, skema ini memastikan pemulihan dana berjalan berkelanjutan — bukan sekadar bailout satu arah.
Perpindahan dari USDC ke USDT: Babak Baru bagi Drift Protocol
Sebagai bagian dari kesepakatan relaunch, Drift Protocol akan melakukan perubahan besar. Platform ini akan beralih dari USDC milik Circle ke USDt milik Tether sebagai aset penyelesaian utama.
Langkah ini bukan sekadar pergantian teknis. Lebih dari itu, perpindahan ini mencerminkan pergeseran kepercayaan yang lebih dalam di ekosistem DeFi. Hal ini terjadi khususnya setelah kontroversi besar yang menimpa Circle pascaeksploit.
Circle Dikecam: Gagal Bekukan Dana Hasil Curian
Salah satu kontroversi terbesar pasca-eksploit adalah respons Circle yang dinilai lambat. Berdasarkan temuan on-chain dari analis ZachXBT, pelaku berhasil memindahkan lebih dari $232 juta USDC. Dana tersebut dipindahkan dari jaringan Solana ke jaringan Ethereum. Mereka menggunakan Cross-Chain Transfer Protocol (CCTP) milik Circle sendiri.
Yang mengejutkan, proses pemindahan itu dilakukan dalam lebih dari 100 transaksi. Seluruhnya berlangsung selama enam jam berturut-turut. Padahal, waktu tersebut sebenarnya cukup bagi Circle untuk membekukan dana. Namun, tidak ada satu pun token USDC yang berhasil dibekukan.
Lebih lanjut, ZachXBT mengungkapkan bahwa pelaku eksploit telah dikaitkan dengan Korea Utara oleh perusahaan analitik Elliptic. Fakta ini semakin memperburuk citra Circle. Oleh karena itu, berbagai eksekutif industri, peneliti keamanan siber, dan firma keamanan blockchain ramai-ramai mengkritik perusahaan tersebut.
Akibatnya, saham Circle yang diperdagangkan di NYSE anjlok sekitar 10% pada 9 April 2026. Penurunan ini dipicu oleh gelombang kritik dan revisi proyeksi dari analis pasar. Meski demikian, saham tersebut kemudian pulih. Bahkan, harganya mencatat kenaikan sekitar 20% hingga penutupan perdagangan kemarin.
Tren Kolaborasi Industri dalam Pemulihan Pasca-Hack
Langkah Tether ini mencerminkan tren yang semakin kuat di industri kripto. Perusahaan-perusahaan kini aktif berkolaborasi untuk memulihkan dana pengguna setelah insiden keamanan besar. Sebagai contoh, eksploit DeFi di kuartal pertama 2026 telah menelan kerugian hingga $169 juta.
Angka itu mendorong banyak pemangku kepentingan untuk menciptakan mekanisme respons yang lebih cepat. Selain itu, pendekatan kolaboratif seperti ini dinilai lebih efektif. Dengan demikian, program pemulihan Drift Protocol bisa menjadi model bagi industri ke depan.
Apa Artinya bagi Pengguna Drift Protocol?
Bagi pengguna yang terdampak, program ini membawa kabar baik. Meski pemulihan tidak dilakukan sekaligus, ada kejelasan soal prosesnya. Saldo mereka akan dipulihkan secara bertahap seiring platform kembali beroperasi normal.
Saat ini, proses peluncuran ulang Drift Protocol tengah dipersiapkan. USDt akan menjadi fondasi stablecoin baru menggantikan USDC. Selanjutnya, komunitas DeFi akan memantau bagaimana platform ini membangun kembali kepercayaan penggunanya — sebuah tantangan yang tidak kalah besar dari eksploit itu sendiri.


