• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: IPO BEI 2026 Baru Tujuh Emiten, Target Masih Jauh
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » IPO BEI 2026 Baru Tujuh Emiten, Target Masih Jauh
Berita Pasar

IPO BEI 2026 Baru Tujuh Emiten, Target Masih Jauh

MadelineLaine
Last updated: October 5, 2026 12:20 pm
MadelineLaine
Published: October 5, 2026
Share

Capitalindo mencatat perkembangan IPO BEI 2026 memasuki kuartal terakhir dengan jarak yang masih lebar terhadap target tahunan. Hingga 2 Oktober 2026, Bursa Efek Indonesia mencatat baru tujuh perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham dengan total dana dihimpun sekitar Rp2,16 triliun, sementara BEI sebelumnya menargetkan 50 perusahaan baru melantai di bursa sepanjang tahun ini.

Contents
  • Tujuh Calon Emiten Masih Antre
  • Realisasi Masih Berjarak dengan Target BEI
  • OJK Masih Optimistis Penghimpunan Dana
  • Investor Pasar Modal Justru Terus Bertambah

Data tersebut menjadi perhatian karena kalender 2026 hanya menyisakan kurang dari tiga bulan. Meski aktivitas penghimpunan dana melalui instrumen pasar modal lainnya tetap berjalan, jumlah perusahaan yang benar-benar menyelesaikan IPO masih jauh dari sasaran awal bursa.

Pada saat yang sama, terdapat tujuh perusahaan yang masih berada dalam pipeline pencatatan saham. Kehadiran calon emiten tersebut membuka peluang bertambahnya perusahaan tercatat hingga akhir tahun, tetapi belum otomatis berarti seluruh proses IPO akan selesai sebelum Desember.

Tujuh Calon Emiten Masih Antre

Berdasarkan data pipeline BEI, tujuh calon emiten yang masih menjalani proses pencatatan berasal dari tiga sektor. Healthcare mendominasi dengan empat perusahaan atau sekitar 57,1 persen dari keseluruhan pipeline. Dua lainnya bergerak di sektor energi, sedangkan satu perusahaan berasal dari sektor industrials.

Komposisi berdasarkan skala aset juga cukup beragam. Dua perusahaan mempunyai aset di bawah Rp50 miliar dan masuk kelompok skala kecil. Tiga perusahaan berada pada kelompok aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sementara dua calon emiten memiliki aset lebih dari Rp250 miliar.

Klasifikasi tersebut mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Artinya, pipeline saat ini tidak hanya dihuni perusahaan berskala besar, tetapi juga perusahaan kecil dan menengah yang memilih pasar modal sebagai salah satu alternatif memperoleh pendanaan.

Dominasi sektor kesehatan menjadi salah satu hal menarik dalam pipeline terbaru. Empat dari tujuh calon emiten datang dari sektor tersebut, sedangkan sejumlah sektor lain seperti finansial, teknologi, properti, serta consumer cyclicals belum tercatat memiliki perusahaan dalam antrean IPO berdasarkan data per 2 Oktober.

Realisasi Masih Berjarak dengan Target BEI

Target BEI untuk 2026 mencakup 555 pencatatan efek secara keseluruhan, termasuk 50 perusahaan baru yang diharapkan melakukan IPO. Namun, hingga awal Oktober baru tujuh perusahaan yang berhasil mencatatkan saham perdana.

Tujuh perusahaan tersebut antara lain PT BSA Logistics Indonesia Tbk, PT Niramas Utama Tbk, PT Nitrasanata Dharma Tbk, PT Bach Multi Global Tbk, PT Esa Medika Mandiri Tbk, PT Prodia Diagnostic Line Tbk, dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk. Secara keseluruhan, dana yang dihimpun melalui IPO mencapai sekitar Rp2,16 triliun.

Baru merealisasikan 14 persen dari target tahunan, penambahan tujuh emiten di pipeline dipastikan belum mampu mengejar sisa target IPO.

Namun, jumlah IPO bukan satu-satunya indikator aktivitas penghimpunan dana di pasar modal. Bursa juga menangani penerbitan obligasi, sukuk, serta aksi korporasi berupa rights issue yang ikut menyumbang nilai fundraising sepanjang tahun.

OJK Masih Optimistis Penghimpunan Dana

Otoritas Jasa Keuangan masih melihat peluang penghimpunan dana pasar modal tetap terbuka pada sisa 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut realisasi fundraising pasar modal telah mencapai sekitar Rp169,5 triliun.

Selain realisasi tersebut, terdapat pipeline penawaran umum seluruh instrumen sekitar Rp27,61 triliun. OJK juga memperkirakan terdapat potensi tambahan sekitar Rp24 triliun dari efek bersifat utang dan sukuk yang jatuh tempo serta berpeluang melakukan refinancing.

Target penghimpunan dana pasar modal yang dicanangkan berada di kisaran Rp250 triliun sepanjang 2026. Karena itu, pergerakan pada kuartal IV akan menjadi periode penting untuk melihat seberapa dekat realisasi akhir tahun terhadap sasaran tersebut.

Menurut laporan OJK, lima perusahaan dalam pipeline penawaran umum saham yang dipantau regulator memiliki perkiraan nilai emisi sekitar Rp2,028 triliun. OJK berharap daftar tersebut masih dapat bertambah karena masih tersedia waktu hingga akhir tahun.

Perbedaan jumlah pipeline yang disebut OJK dan BEI perlu dibaca berdasarkan cakupan serta tahapan pencatatan masing-masing lembaga. BEI mencatat tujuh perusahaan berada dalam pipeline pencatatan saham, sedangkan OJK menyebut lima perusahaan dalam pipeline IPO dengan estimasi nilai emisi sekitar Rp2,02 triliun.

Investor Pasar Modal Justru Terus Bertambah

Di tengah terbatasnya jumlah IPO baru, basis investor domestik tetap menunjukkan pertumbuhan. Data yang disampaikan BEI pada awal Oktober menyebut jumlah investor pasar modal telah mencapai sekitar 31,9 juta Single Investor Identification atau SID.

Dibandingkan lima tahun lalu yang baru menyentuh 10 juta, Dirut BEI Jeffrey Hendrik menyoroti pertumbuhan signifikan jumlah investor saat ini.

Pertumbuhan basis investor dapat menjadi modal penting bagi perkembangan pasar karena semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap berbagai instrumen investasi.

OJK bahkan mencatat angka investor sekitar 32,17 juta SID dalam keterangan berbeda pada awal Oktober. Hasan Fawzi menyebut pertumbuhan tersebut meningkat lebih dari 12 juta investor dibandingkan akhir tahun sebelumnya.

Situasi tersebut memperlihatkan dua tren yang berjalan bersamaan. Di sisi permintaan, basis investor bertambah cepat. Namun dari sisi suplai saham baru, jumlah perusahaan yang masuk melalui IPO belum mengikuti kecepatan yang sama.

Alih-alih jumlah perusahaan, pasar kini menyoroti kualitas emiten, besaran dana, dan daya serap saham sepanjang kuartal terakhir.

Menyisakan sedikit waktu, pencapaian target 50 IPO kini bertumpu pada tujuh perusahaan yang berada di antrean terdepan.

IHSG Anjlok 5,2%, Pasar Saham Indonesia Diguncang Tekanan Besa
Vitalik Buterin Dorong Penyederhanaan Node Ethereum: Menjalankan Infrastruktur Adalah Hak Setiap Individu
Bitmine Borong Ribuan Ethereum Meski Tahu Sahamnya Merugi, Apa Pertimbangannya?
Transaksi Kripto Tembus Rp28,58 Triliun, Pasar Makin Ramai
Bitcoin Tembus $70.000, Apa yang Mendorong Harganya Naik Hari Ini?
TAGGED:Bursa Efek IndonesiaEmiten BaruInvestor Pasar ModalIPO BEIOJKPasar ModalSaham Indonesia

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Ekonomi Digital RI Dibidik Jadi Mesin Produktivitas Daerah
Next Article Surplus Perdagangan Indonesia Tembus US$3,55 Miliar

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Kredit Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 13,65 Persen
Surplus Perdagangan Indonesia Tembus US$3,55 Miliar
Ekonomi Digital RI Dibidik Jadi Mesin Produktivitas Daerah

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?