• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional
Aset Digital

Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional

Queen
Last updated: April 24, 2026 5:18 pm
Queen
Published: April 24, 2026
Share

Eksperimen Node Bitcoin oleh Militer AS

Laksamana Samuel Paparo mengungkap fakta yang mengejutkan. Militer Amerika Serikat saat ini ternyata menjalankan node Bitcoin. Selain itu, mereka juga melakukan berbagai pengujian eksperimental di jaringan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang House Armed Service Committee. Sontak, kabar ini langsung memicu perhatian komunitas kripto.

Contents
  • Eksperimen Node Bitcoin oleh Militer AS
  • Keamanan Siber dan Dominasi Dolar AS
  • Alat Pencegah Ancaman Keamanan Digital

Namun, menurut Paparo, militer Amerika tidak menggunakan node tersebut untuk menambang Bitcoin. Sebaliknya, jaringan Bitcoin dimanfaatkan untuk eksperimen keamanan siber. Langkah ini juga menjadi pengujian operasional yang penting. Tujuannya adalah untuk melindungi sistem berbasis protokol Bitcoin.

Pengakuan ini muncul di tengah wacana strategis. Saat ini, Amerika Serikat terdorong untuk membangun Strategic Bitcoin Reserve. Agenda tersebut sejalan dengan visi Donald Trump. Tujuan utamanya adalah menjadikan AS sebagai pusat kripto dunia.

Keamanan Siber dan Dominasi Dolar AS

Dalam sidang tersebut, Paparo menegaskan sebuah hal penting. Ketertarikan militer terhadap Bitcoin bukan sekadar soal aset finansial. Sebenarnya, alasan utamanya adalah keunggulan teknologi di baliknya.

Ia menyebut mekanisme proof-of-work (PoW) sangat berguna. Mekanisme ini dapat menjadi alat tambahan untuk mengamankan jaringan. Bahkan, PoW juga mampu memperkuat sistem pertahanan siber nasional. Oleh karena itu, teknologi Bitcoin memiliki implikasi langsung terhadap kekuatan nasional AS.

Lebih lanjut, Paparo menilai Bitcoin bisa memperkuat dominasi dolar AS. Hal ini sangat relevan di era digital saat ini. Syaratnya, Amerika harus mampu memimpin perkembangan aset digital secara global.

Baca Juga: Apa yang Sebenarnya Terjadi Pada Aave dan Kelp DAO Baru-Baru Ini?

Alat Pencegah Ancaman Keamanan Digital

Sementara itu, komentar Paparo langsung mendapat respon dari Dennis Porter. Ia adalah CEO Satoshi Action Fund. Porter menilai pernyataan tersebut membawa makna baru. Kini, Bitcoin mulai dipandang sebagai alat deterrence atau pencegah ancaman siber.

Porter menjelaskan bahwa akses terhadap jaringan Bitcoin membutuhkan kepemilikan BTC. Akibatnya, kepemilikan Bitcoin oleh negara menjadi sangat krusial. Hal ini merupakan bagian penting dari strategi keamanan digital.

Selanjutnya, ia mengaitkan hal tersebut dengan produksi perangkat mining domestik. Dorongan ini muncul lewat proposal “Mined in America Act”. Menurut Porter, Amerika Serikat tidak akan bisa memenangkan perebutan hash rate. Kekalahan ini akan terjadi jika perangkat mining masih bergantung pada China.

Kesimpulannya, pernyataan militer AS ini membawa perspektif baru. Bitcoin kini semakin masuk ke ranah geopolitik dan pertahanan negara. Artinya, aset ini bukan lagi sekadar instrumen investasi semata.

Pada akhirnya, persaingan teknologi global antara AS dan China semakin ketat. Sebagai dampaknya, jaringan Bitcoin mulai dilihat sebagai infrastruktur yang sangat strategis. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk keamanan siber dan ketahanan digital. Bahkan, Bitcoin berpotensi memperluas pengaruh ekonomi global AS secara signifikan.

Bitcoin Dipakai di Selat Hormuz, Apakah Ini “Game Over” untuk XRP?
Harga FART Naik 20 Persen Lalu Ambruk, Ternyata Ada yang ‘Bermain’
Whale Jual 130 Juta ADA, Harga Cardano Tertekan
Hacker Cetak 1 Miliar Token, Tapi Gagal Kaya
Strategi Baru Iran: Pungut Biaya Selat Hormuz Pakai Kripto dan Yuan
TAGGED:AmerikaBitcoinKeamanan NasionalMiliterteknologi

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Bitcoin ETF Cetak Rekor: Arus Masuk $1,9 Miliar dalam 7 Hari, BTC Mendekati $80.000
Next Article Investor Hong Kong Incar Kendali 86% Saham Puri Sentul Permai (KDTN)

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Peneliti Menangkan Hadiah 1 Bitcoin Usai Lakukan Serangan Kuantum Terbesar pada Teknologi Kriptografi
Rekomendasi Saham Dividen Jelang Cum Date April 2026
Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional
Bitcoin Kini Dipakai Militer Amerika untuk Keamanan Nasional

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?