• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Visa Perluas Pilot Stablecoin ke Polygon dan Base, Volume Settlement Tembus $7 Miliar
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Visa Perluas Pilot Stablecoin ke Polygon dan Base, Volume Settlement Tembus $7 Miliar
Aset DigitalBerita Pasar

Visa Perluas Pilot Stablecoin ke Polygon dan Base, Volume Settlement Tembus $7 Miliar

Bianca
Last updated: April 30, 2026 10:42 am
Bianca
Published: April 30, 2026
Share

Visa stablecoin settlement kini memasuki babak baru yang lebih besar. Raksasa pembayaran global Visa resmi memperluas program pilotnya ke jaringan Polygon dan Base. Selain itu, total volume penyelesaian tahunan program ini kini telah menembus angka $7 miliar. Ini adalah sinyal kuat bahwa pembayaran berbasis blockchain mulai serius diadopsi oleh institusi keuangan terbesar dunia.

Contents
  • Dari 4 Jaringan Menjadi 9: Ekspansi Besar-Besaran
  • Volume Tumbuh 50% Per Kuartal
  • Kemitraan dengan Bridge dan Stripe Diperluas
  • Mastercard Ikut Bersaing, Persaingan Makin Ketat
  • GENIUS Act: Regulasi yang Mengubah Permainan
  • Total Stablecoin Beredar Tembus $320 Miliar
  • Siapa yang Akan Menguasai Lapisan Settlement?
  • Kesimpulan: Stablecoin Bukan Lagi Eksperimen

Dari 4 Jaringan Menjadi 9: Ekspansi Besar-Besaran

Visa meluncurkan program pilot stablecoin ini pertama kali pada tahun 2023. Saat itu, program ini hanya mencakup empat jaringan blockchain. Namun, kondisi kini telah berubah drastis.

Jaringan yang baru bergabung mencakup Polygon, Base, Canton Network, Arc, dan Tempo. Dengan demikian, total jaringan yang didukung kini mencapai sembilan blockchain. Keempatnya bergabung bersama jaringan yang sudah ada sebelumnya, yaitu Ethereum, Solana, Stellar, dan Avalanche.

Source: Cointelegraph on X
Source: Cointelegraph on X

Oleh karena itu, Visa kini memiliki cakupan infrastruktur blockchain yang jauh lebih luas. Ini bukan lagi eksperimen kecil. Sebaliknya, ini adalah langkah strategis menuju adopsi stablecoin di skala global.


Volume Tumbuh 50% Per Kuartal

Angka pertumbuhannya pun sangat mengesankan. Program ini mencapai run rate penyelesaian tahunan sekitar $7 miliar, tumbuh sekitar 50% dari kuartal ke kuartal, menurut pernyataan resmi Visa. Cointelegraph

Meskipun demikian, Visa tetap jujur soal skala program ini. Volume tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan bisnis pembayaran utama mereka yang bernilai triliunan dolar. Namun demikian, pertumbuhan 50% per kuartal adalah angka yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sementara itu, tujuan utama program ini juga semakin jelas. Visa merancang inisiatif ini untuk mengevaluasi apakah stablecoin dapat menawarkan penyelesaian lebih cepat, ketersediaan sepanjang waktu, dan efisiensi dalam pembayaran lintas batas. Cointelegraph


Kemitraan dengan Bridge dan Stripe Diperluas

Langkah ini bukan yang pertama dari Visa di tahun 2026. Sebelumnya, pada bulan Maret, Visa telah memperluas kemitraannya dengan Bridge — anak perusahaan Stripe. Kemitraan itu mendukung program kartu global yang memungkinkan pembayaran berbasis stablecoin.

Dengan demikian, Visa sedang membangun ekosistem stablecoin secara menyeluruh. Bukan hanya di sisi penyelesaian institusional, tetapi juga di level pengguna akhir melalui kartu pembayaran. Akibatnya, adopsi stablecoin berpotensi menjadi jauh lebih masif dan mudah diakses.

Key stablecoin statistics and average cost savings relative to traditional payments. Source: Bessemer Venture Partners
Key stablecoin statistics and average cost savings relative to traditional payments. Source: Bessemer Venture Partners

Mastercard Ikut Bersaing, Persaingan Makin Ketat

Visa bukan satu-satunya pemain besar yang bergerak ke arah ini. Kompetitor utamanya, Mastercard, juga semakin aktif di sektor yang sama. Mastercard bahkan telah mengaktifkan transaksi kartu berbasis stablecoin di Amerika Serikat. Fitur ini tersedia melalui integrasi dengan dompet kripto seperti MetaMask.

Oleh karena itu, persaingan di ranah pembayaran stablecoin kini semakin ketat. Dua raksasa kartu kredit dunia kini sama-sama berlomba membangun infrastruktur penyelesaian berbasis blockchain. Selain itu, perusahaan fintech pun turut masuk ke gelanggang yang sama.

Sebagai contoh, Modern Treasury — penyedia perangkat lunak pembayaran — mengumumkan integrasi dengan Polygon pada hari Rabu (29/4/2026). Tujuannya adalah membantu bisnis memproses pembayaran stablecoin dengan lebih cepat. Perusahaan berbasis San Francisco ini sebelumnya mengakuisisi platform pembayaran Beam pada Oktober lalu.


GENIUS Act: Regulasi yang Mengubah Permainan

Di balik ekspansi ini, ada faktor regulasi yang tidak kalah penting. Di Amerika Serikat, momentum adopsi stablecoin turut didorong oleh pengesahan GENIUS Act. Undang-undang ini menetapkan standar regulasi yang lebih jelas untuk stablecoin pembayaran.

Dengan demikian, kepastian hukum mulai terbentuk. Akibatnya, perusahaan kripto maupun fintech semakin percaya diri untuk berinvestasi di infrastruktur stablecoin. Namun demikian, beberapa isu kebijakan masih diperdebatkan. Salah satunya adalah apakah stablecoin boleh memberikan imbal hasil kepada pemegangnya — sebuah pertanyaan yang masih menggantung dalam rancangan undang-undang struktur pasar AS yang saat ini masih mandek.


Total Stablecoin Beredar Tembus $320 Miliar

Gambaran besar pasar stablecoin pun semakin menggembirakan. Total nilai stablecoin yang beredar telah melampaui $320 miliar, meningkat hampir 150% sejak awal 2024, berdasarkan data DeFiLlama. Cointelegraph

Oleh karena itu, ekspansi Visa bukan terjadi di ruang hampa. Sebaliknya, ini terjadi di tengah gelombang besar adopsi stablecoin yang sedang berlangsung secara global. Baik dari sisi pengguna maupun institusi, kepercayaan terhadap stablecoin terus meningkat.


Siapa yang Akan Menguasai Lapisan Settlement?

Pertanyaan terbesar kini adalah: siapa yang akan menguasai lapisan penyelesaian (settlement layer) dalam ekosistem stablecoin global? Baik perusahaan kripto maupun fintech sedang berlomba untuk membangun dan mengendalikan infrastruktur ini.

Visa berada di posisi yang sangat kuat. Mereka punya jaringan mitra global yang luas. Selain itu, mereka punya kepercayaan institusional yang sulit ditandingi pemain baru. Namun demikian, persaingan dari Mastercard, Stripe, dan pemain kripto-native seperti Circle dan Tether tidak bisa dianggap remeh.


Kesimpulan: Stablecoin Bukan Lagi Eksperimen

Ekspansi Visa ke Polygon dan Base adalah konfirmasi yang kuat. Stablecoin bukan lagi sekadar eksperimen di dunia kripto. Sebaliknya, mereka sedang menjadi infrastruktur nyata untuk pembayaran global.

Dengan volume $7 miliar yang tumbuh 50% per kuartal, jelas bahwa traksi ini nyata. Selain itu, regulasi mulai mendukung. Bahkan, kompetitor pun sudah bergerak. Dengan demikian, satu hal tampak pasti: masa depan pembayaran global akan melibatkan stablecoin — dan perebutan untuk menguasainya baru saja dimulai.

Analisis Bitcoin Hari Ini: Harga BTC di $68.000, Apakah Ini Bounce atau Perangkap Whale
Inflasi AS Mereda, Bitcoin Menguat — Tapi Pemangkasan Suku Bunga April Tetap Jauh dari Kemungkinan
Bitcoin Whale Akumulasi Besar-Besaran, Santiment: Sinyal Bull Run Jangka Panjang
Bukan Panik! Ini 3 Hal yang Dilakukan Whale Bitcoin Saat Pasar Kembali Melemah
Pendiri Celsius Alex Mashinsky Selesaikan Kasus FTC dengan Bayar $10 Juta — Ancaman Gugatan $4,72 Miliar Masih Mengintai
TAGGED:BaseDeFifintechGENIUS ActInfrastruktur KriptoKripto 2026MastercardPembayaran BlockchainPolygonSettlement KriptoStablecoinStripe BridgeUSDCVisa

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Michael Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp4 Triliun Michael Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp4 Triliun
Next Article Polymarket Gandeng Chainalysis untuk Deteksi Insider Trading di Pasar Prediksi

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Benarkan Kripto Kini Jadi Mesin Uang Terbesar Donald Trump?
Benarkan Kripto Kini Jadi Mesin Uang Terbesar Donald Trump?
Polymarket Gandeng Chainalysis untuk Deteksi Insider Trading di Pasar Prediksi
Michael Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp4 Triliun
Michael Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp4 Triliun

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)

Partnership With

capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?