Bitcoin Kembali Menembus Level USD64.000
capitalindo – Bitcoin kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa, 18 Agustus 2026. Harga aset kripto terbesar di dunia tersebut bergerak naik hingga kembali berada di sekitar level USD64.000. Pergerakan ini menarik perhatian investor karena Bitcoin sebelumnya sempat mengalami tekanan dan kesulitan mempertahankan momentum di atas level tersebut.
Berdasarkan laporan pasar terbaru, Bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran USD63.985 pada awal perdagangan 18 Agustus waktu India. Angka tersebut mencatat kenaikan sekitar 1,10 persen dalam 24 jam. Sumber lain juga mencatat Bitcoin sempat menembus USD64.000 dan berada di sekitar USD64.093 pada perdagangan Binance.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin mulai kembali menguat setelah pasar kripto bergerak cukup fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Investor kini mencermati apakah BTC mampu mempertahankan level USD64.000 atau justru kembali mengalami tekanan dalam waktu dekat.
Harga Bitcoin Hari Ini Bergerak Menguat
Pergerakan Bitcoin menuju USD64.000 menjadi salah satu perhatian utama pasar kripto hari ini. Data yang dihimpun dari sejumlah sumber pasar menunjukkan BTC mengalami kenaikan lebih dari 2 persen dalam periode 24 jam pada salah satu sesi perdagangan. Bitcoin bahkan sempat mencapai sekitar USD64.378 pada pagi hari waktu Vietnam.
Kondisi tersebut menjadi perubahan positif setelah Bitcoin beberapa kali gagal mempertahankan area harga USD64.000 hingga USD65.000. Pada pekan sebelumnya, BTC sempat bergerak di sekitar USD63.000 dan menghadapi tekanan dari sentimen makroekonomi serta ketidakpastian pasar.
Pergerakan Bitcoin memang terkenal cepat berubah. Karena itu, kenaikan menuju USD64.000 belum otomatis menandakan dimulainya tren bullish baru. Investor tetap perlu melihat volume perdagangan, arus dana institusional, kondisi pasar saham, serta kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
Mengapa Bitcoin Bisa Kembali Naik?
Salah satu faktor yang ikut mendukung Bitcoin adalah perubahan ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Pasar terus memperhatikan data ekonomi dan kebijakan Federal Reserve karena perubahan suku bunga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti cryptocurrency.
Ekspektasi terhadap arah suku bunga juga membuat pergerakan Bitcoin semakin sensitif terhadap data ekonomi AS. Ketika investor melihat peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, aset berisiko seperti Bitcoin biasanya mendapatkan sentimen positif.
Selain faktor suku bunga, kondisi pasar global juga ikut memengaruhi pergerakan BTC. Laporan terbaru menunjukkan Bitcoin mampu kembali berada di atas USD64.000 ketika pasar turut menghadapi ketegangan geopolitik dan perubahan harga aset lain.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Bitcoin tidak bergerak berdasarkan satu faktor saja. Sentimen investor, likuiditas, kondisi ekonomi global, pasar saham, dolar AS, serta perkembangan geopolitik dapat memengaruhi harga secara bersamaan.
Level USD64.000 Jadi Perhatian Investor
Level USD64.000 kini menjadi area penting bagi pergerakan Bitcoin. Pasalnya, harga tersebut beberapa kali menjadi titik yang sulit dilewati secara konsisten.
Pada awal Agustus, Bitcoin juga beberapa kali mendekati USD65.000. Data pasar menunjukkan BTC sempat menyentuh sekitar USD64.954 pada 5 Agustus dan USD64.922 pada 6 Agustus, tetapi belum mampu mempertahankan posisi tersebut dalam waktu lama.
Situasi itu membuat area USD64.000 hingga USD65.000 menjadi zona yang perlu diperhatikan. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas USD64.000 dan kemudian menembus USD65.000 dengan volume yang kuat, pasar bisa melihatnya sebagai sinyal penguatan lanjutan.
Sebaliknya, apabila Bitcoin gagal mempertahankan level tersebut, tekanan jual dapat kembali muncul. Investor kemudian akan mengamati area support di bawahnya untuk melihat seberapa kuat minat beli.
Pasar Kripto Masih Menghadapi Risiko
Meski Bitcoin kembali naik, kondisi pasar kripto belum sepenuhnya aman dari tekanan. Pergerakan BTC dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Bitcoin sempat berada di sekitar USD63.000 pada awal perdagangan Agustus. Setelah itu, harganya bergerak naik turun di tengah ketidakpastian ekonomi dan perubahan sentimen investor.
Tekanan juga muncul dari perkembangan regulasi aset kripto di Amerika Serikat. Sejumlah perkembangan regulasi yang tidak sesuai ekspektasi pasar dapat memengaruhi sentimen terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya.
Selain itu, investor juga perlu memperhatikan arus dana ETF Bitcoin. Arus masuk dan keluar dana dari produk investasi berbasis Bitcoin dapat memberikan gambaran mengenai minat investor institusional terhadap aset tersebut.
Karena itu, kenaikan hari ini sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda bahwa Bitcoin akan terus bergerak naik tanpa koreksi. Pasar kripto tetap memiliki risiko tinggi dan perubahan harga dapat terjadi dalam waktu singkat.
Bitcoin dan Pergerakan Aset Global
Menariknya, penguatan Bitcoin kali ini terjadi ketika pasar global juga menghadapi dinamika yang cukup kompleks. Harga emas mengalami penguatan, sementara minyak bergerak melemah. Pada saat yang sama, pasar saham Amerika Serikat menghadapi tekanan akibat perkembangan geopolitik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hubungan Bitcoin dengan aset tradisional terus berkembang. Bitcoin memang masih sering masuk kategori aset berisiko, tetapi pergerakannya tidak selalu mengikuti saham secara langsung.
Investor kini semakin memperhatikan Bitcoin sebagai bagian dari portofolio aset digital. Namun, tingkat volatilitasnya tetap jauh lebih tinggi dibandingkan banyak instrumen investasi tradisional.
Apakah Bitcoin Bisa Menembus USD65.000?
Pertanyaan besar setelah Bitcoin kembali ke USD64.000 adalah apakah BTC mampu melanjutkan kenaikan menuju USD65.000.
Peluang tersebut tetap terbuka apabila momentum beli terus bertahan. Penembusan USD65.000 secara meyakinkan dapat meningkatkan optimisme investor dan mendorong Bitcoin menguji level yang lebih tinggi.
Namun, pasar juga perlu mewaspadai aksi ambil untung. Setelah mengalami kenaikan dalam waktu singkat, sebagian trader bisa memilih menjual aset untuk mengamankan keuntungan. Kondisi tersebut dapat membuat Bitcoin kembali terkoreksi.
Sejumlah analis juga melihat area USD65.000 sebagai level yang belum mudah ditembus. Bitcoin sebelumnya beberapa kali mendekati angka tersebut tetapi kembali mengalami tekanan.
Karena itu, pergerakan BTC di sekitar USD64.000 hingga USD65.000 akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah pasar dalam jangka pendek.
Investor Perlu Tetap Waspada
Kenaikan Bitcoin hari ini tentu menjadi kabar positif bagi pelaku pasar kripto. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Harga Bitcoin dapat berubah dengan cepat akibat berita ekonomi, kebijakan pemerintah, pernyataan bank sentral, perkembangan geopolitik, hingga perubahan arus dana institusional.
Investor juga sebaiknya tidak hanya melihat harga dalam satu sesi perdagangan. Pergerakan beberapa hari dan minggu berikutnya akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan tren.
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas USD64.000 dan kemudian menembus USD65.000, sentimen bullish berpotensi semakin kuat. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat membuka ruang bagi koreksi berikutnya.
Untuk saat ini, pasar masih menunggu arah selanjutnya. Bitcoin telah kembali ke sekitar USD64.000, tetapi pertarungan untuk mempertahankan level tersebut belum selesai.
Dengan kondisi pasar global yang masih dinamis, pergerakan Bitcoin pada beberapa sesi berikutnya akan menjadi perhatian utama. Apakah BTC mampu melanjutkan pemulihan menuju USD65.000 atau kembali turun ke area support? Jawabannya akan bergantung pada kekuatan permintaan, kondisi ekonomi global, serta sentimen investor terhadap aset kripto.


