• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: BMRI Teratas, Ini 10 Saham yang Dijual Asing
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » BMRI Teratas, Ini 10 Saham yang Dijual Asing
Berita Pasar

BMRI Teratas, Ini 10 Saham yang Dijual Asing

MadelineLaine
Last updated: August 17, 2026 3:15 pm
MadelineLaine
Published: August 17, 2026
Share

10 Saham yang Dijual Asing Sepekan, BMRI Paling Banyak

capitalindo – Pergerakan investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjadi perhatian menjelang perdagangan pekan berikutnya. Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berfluktuasi, sejumlah saham berkapitalisasi besar bahkan mencatat tekanan penjualan dari investor asing.

Contents
  • IHSG Melemah Tipis, tetapi Asing Masih Catat Net Buy
  • BMRI Jadi Saham Paling Banyak Dijual Asing
  • Daftar 10 Saham yang Banyak Dijual Asing
  • TPIA dan ASII Juga Mengalami Tekanan
  • TLKM Masuk Empat Besar Jual Bersih
  • Saham Komoditas Ikut Masuk Daftar
  • Aksi Jual BMRI Perlu Dilihat Bersama Arus Asing
  • Apa Artinya bagi Investor?
  • Daftar Saham Asing yang Perlu Dicermati

Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) . Saham bank tersebut menempati posisi teratas dalam daftar saham yang paling banyak dijual asing selama sepekan terakhir dengan nilai net sell mencapai Rp815,47 miliar .

Kondisi tersebut menarik karena sektor perbankan sebelumnya menjadi salah satu sektor yang banyak mendapat perhatian investor asing. Pada periode yang sama, investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan net buy Rp689 miliar di pasar saham Indonesia.

Artinya, aksi jual pada BMRI dan sejumlah saham lainnya belum serta-merta menunjukkan investor asing meninggalkan pasar Indonesia. Pergerakan tersebut lebih menampilkan adanya perubahan pilihan saham atau rotasi dana di antara emiten besar.

IHSG Melemah Tipis, tetapi Asing Masih Catat Net Buy

IHSG menutup perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026 dengan penguatan yang cukup signifikan. Indeks naik 1,58 persen ke level 6.401,88 . Meski demikian, jika dihitung dalam satu pekan, IHSG masih terkoreksi tipis sebesar 0,12 persen .

Penguatan pada hari perdagangan terakhir juga terjadi ketika investor asing justru mencatatkan net sell sekitar Rp1,03 triliun di seluruh pasar. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan IHSG tidak selalu berjalan searah dengan arus dana asing pada satu hari perdagangan.

Secara mingguan, kondisi arus dana asing masih relatif positif. Investor asing mencatatkan net buy Rp689 miliar. Mereka juga masih menunjukkan minat terhadap beberapa saham kapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan.

Perbedaan antara arus dana harian dan mingguan ini penting diperhatikan investor. Aksi penjualan besar dalam satu hari belum tentu menjadi tanda perubahan tren dalam jangka panjang.

BMRI Jadi Saham Paling Banyak Dijual Asing

BMRI menjadi perhatian utama dalam daftar saham net sell asing terbesar pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, nilai penjualan bersih asing pada saham Bank Mandiri mencapai Rp815,47 miliar .

Posisi BMRI cukup jauh di atas saham yang berada di peringkat kedua. Tekanan penjualan tersebut menunjukkan adanya pelepasan posisi yang cukup besar dari investor asing terhadap salah satu saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar di BEI.

Meski begitu, investor perlu membedakan antara net sell dan penilaian negatif terhadap fundamental perusahaan. Net sell hanya menunjukkan bahwa nilai transaksi jual tunggal lebih besar dari pembelian mereka pada periode tertentu.

Perubahan posisi investasi dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari aksi ambil keuntungan, rebalancing portofolio, perubahan ekspektasi terhadap sektor tertentu, hingga kebutuhan untuk mengalihkan dana ke saham lain.

Oleh karena itu, tingginya net sell BMRI tidak otomatis berarti saham tersebut kehilangan prospek.

Daftar 10 Saham yang Banyak Dijual Asing

Selain BMRI, terdapat sembilan saham lain yang masuk dalam daftar 10 besar net sell asing selama sepekan. Berikut daftarnya:

Peringkat Saham Penjualan Bersih Asing
1 BMRI Rp815,47 miliar
2 TPIA Rp409,84 miliar
3 ASII Rp284,35 miliar
4 TLKM Rp247,32 miliar
5 UNTR Rp101,78 miliar
6 PGAS Rp74,89 miliar
7 EMAS Rp60,33 miliar
8 MEDC Rp48,85 miliar
9 CPIN Rp46,24 miliar
10 HRTA Rp45,65 miliar

Data tersebut menunjukkan bahwa aksi jual asing tidak hanya terjadi di satu sektor. Saham perbankan, teknologi atau industri petrokimia, otomotif, telekomunikasi, energi, komoditas, hingga konsumsi barang ikut masuk dalam daftar.

TPIA dan ASII Juga Mengalami Tekanan

Setelah BMRI, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten dengan net sell terbesar berikutnya. Nilai penjualan bersih asing pada saham ini mencapai Rp409,84 miliar .

TPIA merupakan salah satu emiten besar yang pergerakannya sering menjadi perhatian pasar. Besarnya transaksi jual tunggal menunjukkan adanya perubahan posisi investor global pada saham tersebut selama periode perdagangan terakhir.

Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) berada di posisi ketiga dengan net sell asing sebesar Rp284,35 miliar . Saham konglomerasi otomotif dan diversifikasi tersebut juga termasuk emiten dengan kapitalisasi besar sehingga perubahan arus dana asing ikut mempengaruhi sentimen pasar.

Dua saham ini menampilkan bahwa aksi jual asing tidak hanya menyasar sektor perbankan. Investor global juga melakukan penyesuaian pada saham industri dan perusahaan dengan eksposur bisnis yang luas.

TLKM Masuk Empat Besar Jual Bersih

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga mencatat penjualan bersih tunggal yang cukup besar. Nilainya mencapai Rp247,32 miliar , sehingga menempatkan TLKM di posisi keempat.

Sebagai salah satu saham yang berkapitalisasi besar, pergerakan TLKM sering mendapat perhatian ketika investor asing melakukan perubahan portofolio.

Setelah TLKM, ada PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan net sell Rp101,78 miliar. Kemudian, PGAS mencatat net sell Rp74,89 miliar.

Deretan tersebut menunjukkan bahwa aksi penjualan tunggal pekan ini tersebar di berbagai sektor. Investor tidak hanya melakukan pelepasan saham bank, tetapi juga mengurangi eksposur pada emiten telekomunikasi, otomotif, energi, dan komoditas.

Saham Komoditas Ikut Masuk Daftar

Sektor komoditas juga tidak luput dari aksi jual investor asing. EMAS mencatat net sell Rp60,33 miliar, sedangkan MEDC mengalami penjualan bersih Rp48,85 miliar.

Kemudian, saham CPIN mencatat net sell Rp46,24 miliar. Di posisi terakhir terdapat HRTA dengan nilai penjualan bersih asing sebesar Rp45,65 miliar.

Masuknya saham dari sektor komoditas dan industri ke dalam daftar ini menunjukkan bahwa investor asing sedang melakukan seleksi cukup ketat. Mereka tidak menghabiskan saham secara merata, tetapi memilih emiten tertentu untuk mengurangi kepemilikan.

Aksi Jual BMRI Perlu Dilihat Bersama Arus Asing

Tingginya net sell pada BMRI menjadi salah satu informasi yang perlu dicermati investor. Namun, angka tersebut sebaiknya tidak berdiri sendiri.

Pasalnya, investor asing masih membukukan net buy secara mingguan sebesar Rp689 miliar. Mereka juga tetap menunjukkan minat terhadap sejumlah saham big caps, terutama saham perbankan.

Situasi ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya rotasi dana asing . Ketika investor mengurangi posisi pada satu saham, dana tersebut dapat berpindah ke emiten lain yang dianggap memiliki prospek lebih menarik atau valuasi yang lebih sesuai.

Pergerakan seperti ini cukup umum di pasar saham. Institusi investor biasanya mengelola portofolio dalam jumlah besar sehingga perubahan posisi dapat menghasilkan nilai transaksi yang sangat besar.

Apa Artinya bagi Investor?

Daftar saham yang paling banyak dijual asing dapat menjadi salah satu indikator tambahan untuk membaca sentimen pasar. Namun, data tersebut tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Investor perlu melihat kinerja keuangan perusahaan, prospek bisnis, valuasi, kondisi sektor, serta perkembangan ekonomi secara keseluruhan. Pergerakan harga saham juga perlu dibandingkan dengan volume transaksi agar gambaran pasar menjadi lebih lengkap.

Untuk BMRI misalnya, net sell asing Rp815,47 miliar memang menunjukkan tekanan jual yang besar selama sepekan. Namun, investor tetap perlu melihat apakah tekanan tersebut berlanjut pada perdagangan berikutnya atau justru mulai mereda.

Jika aksi penjualan berlanjut dalam beberapa pekan, pasar mungkin akan melihatnya sebagai sinyal yang lebih kuat. Sebaliknya, jika dana asing masuk kembali, tekanan tersebut hanya bisa menjadi bagian dari rotasi portofolio jangka pendek.

Daftar Saham Asing yang Perlu Dicermati

Sepuluh saham dengan net sell terbesar pekan ini memberikan gambaran menarik tentang arah pergerakan dana asing di BEI. BMRI berada di posisi pertama dengan nilai Rp815,47 miliar, disusul TPIA dan ASII.

Di sisi lain, investor asing secara keseluruhan masih mencatat net buy Rp689 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dana asing belum sepenuhnya keluar dari pasar Indonesia.

Bagi investor, pergerakan tersebut menjadi pengingat bahwa pasar saham dapat berubah dengan cepat. Aksi jual pada saham tertentu tidak selalu berarti sentimen negatif terhadap seluruh pasar. Bisa saja investor sedang melakukan rotasi ke sektor atau emiten lain.

Dengan demikian, BMRI sebagai saham yang paling banyak dijual asing pekan ini patut masuk radar , tetapi keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan fundamental dan kondisi pasar secara menyeluruh. Data net sell dapat menjadi bahan analisis, bukan sinyal otomatis untuk membeli atau menjual saham.

Catatan: Artikel ini berisi informatif dan bukan rekomendasi investasi. Setiap keputusan transaksi saham memiliki risiko dan perlu disesuaikan dengan profil masing-masing investor.

Bitmine Borong Ribuan Ethereum Meski Tahu Sahamnya Merugi, Apa Pertimbangannya?
Free Float 15% & 27 Klasifikasi Investor Mengubah Permainan
Sinyal Perang Trump yang Membingungkan: Harga Minyak Anjlok, Kripto Justru Menghijau
Reaksi Bitcoin dan Emas terhadap Guncangan Perang Iran 2026: Mengapa Mereka Berbeda?
Bitcoin ETF Cetak Rekor: Arus Masuk $1,9 Miliar dalam 7 Hari, BTC Mendekati $80.000
TAGGED:BMRIIHSGInvestasi Sahaminvestor asingnet sell asingsaham BEIsaham big capssaham BMRI

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Tiga Saham BUMN Menguat Usai Disorot Prabowo
Next Article Bitcoin Bangkit ke USD64 Ribu, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Kartu Kredit Indonesia 2026, QRIS MDR 0% Diperluas
Pembiayaan Fintech UMKM Tembus Rp35,12 Triliun, Naik 23,25%
Bitcoin Tembus US$75.000, Pasar Kripto Memanas

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)

Partnership With

capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?