• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Tiga Saham BUMN Menguat Usai Disorot Prabowo
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Tiga Saham BUMN Menguat Usai Disorot Prabowo
Berita Pasar

Tiga Saham BUMN Menguat Usai Disorot Prabowo

MadelineLaine
Last updated: August 15, 2026 3:03 pm
MadelineLaine
Published: August 15, 2026
Share

Pidato Kenegaraan Prabowo Jadi Sentimen Baru di Pasar Saham

capitalindo.id – Pergerakan pasar saham Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sejumlah pernyataan Prabowo mengenai kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) langsung mendapat respons dari pelaku pasar.

Contents
    • 1. Saham PT Timah Tbk (TINS)
    • 2. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
    • 3. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  • Mengapa Pernyataan Prabowo Bisa Menggerakkan Saham?
    • IHSG Menguat, tetapi Investor Tetap Selektif
  • Sentimen Positif Belum Tentu Berlangsung Lama
  • Saham BUMN Tambang Masih Jadi Perhatian
    • Kesimpulan

Sorotan terhadap perusahaan negara, terutama sektor yang berkaitan dengan sumber daya alam dan pengelolaan aset nasional, ikut memengaruhi pergerakan sejumlah saham BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah saham PT Timah Tbk (TINS), yang mendapat sentimen positif setelah Prabowo menyinggung peningkatan kinerja perusahaan tersebut.

Pergerakan ini menarik karena pasar saham tidak hanya merespons laporan keuangan perusahaan, tetapi juga mencermati arah kebijakan pemerintah. Pernyataan Presiden mengenai efisiensi BUMN, peningkatan laba, hingga optimalisasi sumber daya nasional memberikan gambaran mengenai sektor yang berpotensi mendapat perhatian investor.

Data perdagangan pada Jumat, 14 Agustus 2026 menunjukkan IHSG sempat bergerak fluktuatif sebelum menguat pada sesi pertama. IHSG naik 0,56 persen atau 35,43 poin ke level 6.337,19. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,48 triliun dengan volume perdagangan sekitar 17 miliar saham.

1. Saham PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk menjadi salah satu saham BUMN yang mendapat sorotan paling kuat setelah pidato Prabowo. Presiden menyinggung langkah pemerintah dalam memberantas aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

Penertiban tambang ilegal menjadi perhatian penting bagi PT Timah karena aktivitas pertambangan tanpa izin selama ini dapat mengganggu tata kelola sumber daya timah dan menciptakan persaingan yang tidak sehat. Ketika pemerintah memperketat pengawasan, investor melihat peluang bagi perusahaan negara untuk memperoleh lingkungan bisnis yang lebih sehat.

Sentimen tersebut kemudian tercermin pada harga saham TINS. Saham PT Timah menjadi salah satu emiten yang mencatat penguatan setelah pidato Presiden. Pergerakan TINS juga semakin menarik karena kinerja perusahaan pada semester pertama 2026 menunjukkan perkembangan positif.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa laba bersih PT Timah pada semester I 2026 meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Presiden juga menyebut valuasi perusahaan meningkat sekitar 280 persen dibandingkan Agustus 2025.

Kabar tersebut memberikan alasan fundamental bagi investor untuk memperhatikan TINS. Pasar tidak hanya melihat pernyataan politik sebagai sentimen jangka pendek, tetapi juga menghubungkannya dengan perbaikan kinerja perusahaan.

Bagi investor, kondisi ini menjadi sinyal bahwa penataan sektor pertambangan dapat memberikan dampak terhadap emiten BUMN yang memiliki posisi strategis dalam pengelolaan komoditas nasional.

2. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Saham BUMN lain yang ikut mendapat perhatian adalah PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM. Perusahaan ini memiliki bisnis yang berkaitan dengan emas, nikel, bauksit, dan berbagai komoditas mineral lainnya.

ANTM memiliki posisi penting dalam ekosistem pertambangan nasional karena pemerintah terus mendorong hilirisasi mineral. Kebijakan tersebut membuat investor mencermati prospek perusahaan tambang negara, terutama ketika pemerintah kembali menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

ANTM juga merupakan bagian dari holding pertambangan MIND ID bersama PT Timah dan PT Bukit Asam. Ketiganya menjadi tiga emiten BUMN pertambangan yang tercatat di BEI.

Kinerja saham ANTM tidak berdiri sendiri. Sentimen positif terhadap sektor tambang BUMN dapat ikut memberikan dorongan terhadap pergerakan saham perusahaan. Apalagi, pasar terus memperhatikan arah kebijakan pemerintah terkait hilirisasi dan pengelolaan mineral strategis.

Investor tentu tetap perlu membedakan antara kenaikan harga saham karena sentimen dengan kenaikan yang mendapat dukungan fundamental. Harga saham dapat bergerak cepat setelah muncul pernyataan pejabat, tetapi keberlanjutan tren biasanya bergantung pada kinerja perusahaan, harga komoditas, produksi, serta prospek laba.

3. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Selain TINS dan ANTM, PT Bukit Asam Tbk atau PTBA juga menjadi bagian dari kelompok emiten BUMN tambang yang banyak mendapat perhatian investor.

PTBA bergerak di sektor batu bara dan memiliki posisi strategis dalam industri energi Indonesia. Pemerintah dalam beberapa kesempatan terus mendorong pengelolaan sumber daya alam secara lebih optimal, termasuk melalui kebijakan ekspor dan hilirisasi.

Ketiga perusahaan tersebut, yakni ANTM, PTBA, dan TINS, berada dalam holding pertambangan MIND ID. Karena itu, perubahan kebijakan pemerintah di sektor pertambangan dapat memberikan pengaruh terhadap sentimen investor terhadap ketiganya.

Sebelumnya, saham PTBA, TINS, dan ANTM juga pernah mencatat penguatan setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan baru terkait tata kelola ekspor komoditas. Pada perdagangan 20 Mei 2026, misalnya, PTBA naik 6,42 persen, TINS menguat 3,03 persen, sedangkan ANTM bertambah 1,31 persen.

Pola tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah terhadap komoditas strategis bisa menjadi katalis penting bagi saham BUMN tambang.

Mengapa Pernyataan Prabowo Bisa Menggerakkan Saham?

Pasar saham sangat sensitif terhadap informasi yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah. Pernyataan Presiden dapat memberikan gambaran mengenai arah regulasi, prioritas pembangunan, hingga prospek sektor tertentu.

Dalam pidato kenegaraan tahun ini, Prabowo tidak hanya membicarakan kinerja ekonomi nasional. Ia juga memaparkan langkah restrukturisasi BUMN yang dilakukan pemerintah.

Prabowo menyebut pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah perusahaan negara tersisa maksimal 300 pada akhir 2026. Pemerintah sebelumnya menemukan 1.074 entitas BUMN jika anak dan cucu perusahaan ikut dihitung.

Restrukturisasi tersebut bertujuan membuat BUMN lebih efisien dan produktif. Pemerintah menyebut langkah itu telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun per tahun. Dana tersebut kemudian dapat pemerintah arahkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, serta program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi investor, kebijakan tersebut memiliki arti penting. BUMN yang mampu meningkatkan efisiensi dan laba berpotensi memiliki fundamental yang lebih menarik. Sebaliknya, perusahaan yang tidak produktif menghadapi risiko restrukturisasi lebih lanjut.

IHSG Menguat, tetapi Investor Tetap Selektif

Meski IHSG menguat setelah pidato Prabowo, investor tetap menghadapi kondisi pasar yang cukup beragam. Penguatan indeks tidak terjadi secara merata karena sebagian saham masih mengalami tekanan jual.

Pada sesi pertama perdagangan 14 Agustus 2026, investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp377,63 miliar. Beberapa saham yang mengalami tekanan jual asing antara lain TPIA, DSSA, CUAN, ISAT, dan BREN. Sementara itu, saham BBRI, ANTM, VKTR, AADI, dan BUMI mendapat pembelian bersih asing.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa investor tidak serta-merta membeli seluruh saham setelah mendengar pidato Presiden. Pelaku pasar tetap melakukan seleksi berdasarkan prospek perusahaan dan sektor.

Pergerakan saham BUMN tambang juga perlu investor lihat dalam konteks harga komoditas global. Perubahan harga timah, emas, nikel, dan batu bara tetap memiliki pengaruh besar terhadap pendapatan serta laba perusahaan.

Sentimen Positif Belum Tentu Berlangsung Lama

Kenaikan saham setelah munculnya pernyataan pejabat pemerintah memang menarik perhatian, tetapi investor sebaiknya tidak langsung menganggapnya sebagai sinyal beli.

Sentimen politik atau kebijakan dapat mendorong harga saham dalam jangka pendek. Namun, tren tersebut membutuhkan dukungan fundamental agar dapat bertahan. Investor perlu melihat laporan keuangan, pertumbuhan laba, utang, arus kas, produksi, harga komoditas, serta kebijakan dividen sebelum mengambil keputusan.

Untuk saham seperti TINS, ANTM, dan PTBA, investor juga perlu memperhatikan perkembangan kebijakan hilirisasi, tata kelola pertambangan, serta perubahan aturan ekspor komoditas.

Dengan demikian, pidato Prabowo dapat menjadi katalis bagi saham BUMN, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan arah harga.

Saham BUMN Tambang Masih Jadi Perhatian

Penguatan saham BUMN setelah pidato kenegaraan menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah semakin memiliki kaitan erat dengan sentimen pasar modal. TINS menjadi salah satu contoh paling jelas setelah Prabowo mengungkap perbaikan kinerja perusahaan dan langkah penertiban tambang ilegal.

ANTM dan PTBA juga tetap menarik perhatian karena keduanya berada dalam sektor pertambangan strategis dan menjadi bagian dari holding MIND ID.

Di sisi lain, restrukturisasi besar-besaran BUMN memberikan pesan bahwa pemerintah ingin perusahaan negara lebih ramping, efisien, dan mampu menciptakan nilai tambah. Jika target tersebut berhasil, pasar berpotensi memberikan apresiasi lebih besar kepada BUMN yang memiliki fundamental kuat.

Namun, investor tetap perlu berhati-hati. Penguatan harga saham setelah pidato Presiden bisa menjadi momentum jangka pendek apabila tidak diikuti peningkatan kinerja. Karena itu, perkembangan laba, produksi, harga komoditas, dan kebijakan pemerintah akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah sentimen positif tersebut dapat berlanjut.

Kesimpulan

Tiga saham BUMN yang mendapat perhatian setelah pidato kenegaraan Prabowo adalah emiten tambang yang memiliki posisi penting dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia, yakni PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Ketiganya berada di bawah holding MIND ID dan memiliki keterkaitan kuat dengan agenda pemerintah dalam optimalisasi sumber daya alam serta hilirisasi. Khusus TINS, pernyataan Prabowo mengenai peningkatan laba dan penertiban tambang ilegal menjadi sentimen yang cukup kuat bagi pasar.

Meski demikian, investor sebaiknya tetap menggunakan data fundamental sebagai dasar analisis. Pidato Presiden dapat menjadi katalis, tetapi kinerja bisnis tetap menjadi faktor utama yang menentukan prospek saham dalam jangka panjang.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.


 

Penggunaan AI di Tempat Kerja Picu “AI Brain Fry”, Peneliti Ungkap Dampak Kelelahan Mental
Blockfills Ajukan Kebangkrutan: Krisis Likuiditas di Chicago
Tether Selamatkan Drift Protocol dengan Suntikan Dana $150 Juta Usai Diretas $280 Juta
Saham Crypto MELEDAK! Trump & Regulator Tunjukkan Sinyal Hijau, Bitcoin Terbang Tinggi 🚀
BSDE Diserbu! Pengendali Guyur Dana Rp 9,36 Miliar, Sinyal Rebound?
TAGGED:ANTMBEIBursa Efek IndonesiaIHSGInvestasi SahamMIND IDPrabowo SubiantoPTBASaham BUMNTINS

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Transaksi Kripto Tembus Rp28,58 Triliun, Pasar Makin Ramai
Next Article BMRI Teratas, Ini 10 Saham yang Dijual Asing

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Kartu Kredit Indonesia 2026, QRIS MDR 0% Diperluas
Pembiayaan Fintech UMKM Tembus Rp35,12 Triliun, Naik 23,25%
Bitcoin Tembus US$75.000, Pasar Kripto Memanas

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)

Partnership With

capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?