Sam Bankman-Fried kembali mengalami kekalahan di jalur hukum. Kali ini, permintaannya untuk mendapatkan sidang baru resmi ditolak. Oleh karena itu, vonis 25 tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya tetap berlaku tanpa perubahan.
- Hakim Kaplan: Ini Bukan Bukti Baru, Ini Rencana Pemulihan Reputasi
- SBF Ajukan Sendiri Tanpa Konsultasi Pengacara
- Tiga Saksi yang Diklaim “Baru” Ternyata Sudah Dikenal Sejak Awal
- Tuduhan Terhadap Nishad Singh: “Sangat Konspiratorial”
- Tujuh Dakwaan, Miliaran Dolar Dana Pelanggan yang Hilang
- Kesimpulan: Semua Jalan Hukum Makin Sempit
Hakim Kaplan: Ini Bukan Bukti Baru, Ini Rencana Pemulihan Reputasi
Hakim federal Lewis Kaplan mengeluarkan keputusan resmi pada Selasa (28/4/2026). Dalam keputusannya, ia menolak seluruh klaim Sam Bankman-Fried terkait adanya bukti baru. Bahkan, hakim Kaplan memberikan penilaian yang sangat tajam.
Menurutnya, permohonan ini tampak sebagai bagian dari rencana untuk memulihkan reputasi Bankman-Fried. Rencana itu, kata hakim, sudah disusun setelah FTX menyatakan kebangkrutan — namun sebelum ia didakwa secara resmi.

Dengan demikian, hakim Kaplan menegaskan bahwa tidak ada landasan hukum yang sah untuk mengabulkan permintaan tersebut.
SBF Ajukan Sendiri Tanpa Konsultasi Pengacara
Menariknya, permohonan sidang baru ini diajukan secara tidak biasa. Bankman-Fried mengajukannya sendiri pada Februari 2026. Selain itu, ia melakukannya tanpa berkonsultasi dengan tim pengacaranya terlebih dahulu.
Langkah itu terjadi di saat pengadilan banding sedang mempertimbangkan vonis dan hukumannya. Oleh karena itu, banyak pengamat hukum menilai tindakan ini sebagai langkah yang gegabah dan tidak lazim.
Tidak cukup sampai di situ. Pada hari Rabu, Bankman-Fried bahkan mencoba menarik kembali permohonannya. Ia menyatakan kepada hakim Kaplan bahwa ia tidak yakin akan mendapat sidang yang adil di hadapannya. Namun demikian, permintaan penarikan itu pun ditolak oleh hakim.
Tiga Saksi yang Diklaim “Baru” Ternyata Sudah Dikenal Sejak Awal
Bankman-Fried berargumen bahwa ada tiga mantan eksekutif FTX yang bisa membantah klaim pemerintah soal insolvabilitas FTX. Namun, hakim Kaplan langsung membantah argumen tersebut dengan tegas.
Menurutnya, klaim tentang saksi-saksi baru itu tidak berdasar di berbagai tingkatan. Pasalnya, ketiga orang itu bukanlah saksi yang baru ditemukan. Sebaliknya, Bankman-Fried sudah mengenal mereka jauh sebelum persidangan dimulai.
Dua nama yang disebut adalah Ryan Salame — mantan CEO FTX cabang Bahama — dan Daniel Chapsky, mantan kepala data science FTX. Bankman-Fried mengklaim keduanya bisa membela posisi keuangan FTX. Namun demikian, hakim menegaskan bahwa Bankman-Fried sebenarnya bisa meminta kesaksian mereka sejak awal, tetapi tidak melakukannya.
Sebagai informasi, Salame sendiri telah mengaku bersalah atas pelanggaran hukum keuangan kampanye. Akibatnya, ia divonis tujuh setengah tahun penjara pada Mei 2024.
Tuduhan Terhadap Nishad Singh: “Sangat Konspiratorial”
Selain itu, Bankman-Fried juga menyerang kesaksian Nishad Singh, mantan kepala teknik FTX. Singh sebelumnya membuat kesepakatan dengan jaksa dan bersaksi melawan Bankman-Fried di persidangan. Bankman-Fried mengklaim bahwa Singh mengubah kesaksiannya akibat tekanan dari pemerintah.
Namun, hakim Kaplan menolak klaim ini dengan keras. Ia menyebutnya sebagai tuduhan yang “sangat konspiratorial” dan sepenuhnya bertentangan dengan catatan persidangan yang ada.
Dengan demikian, seluruh argumen Bankman-Fried untuk mendapatkan sidang baru runtuh satu per satu di hadapan hakim.
Tujuh Dakwaan, Miliaran Dolar Dana Pelanggan yang Hilang
Untuk menyegarkan ingatan, Bankman-Fried dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan pidana terkait penipuan dan pencucian uang. Juri menemukan bahwa ia secara ilegal memindahkan miliaran dolar dana pelanggan FTX ke perusahaan trading Alameda Research.
Dana itu kemudian digunakan untuk melakukan perdagangan berisiko tinggi. Akibatnya, bursa kripto FTX kolaps dan mengguncang pasar kripto global pada akhir 2022.
Saat ini, Bankman-Fried menjalani hukumannya di penjara federal Lompoc, California. Sementara itu, proses banding atas vonis dan hukumannya masih terus berjalan di pengadilan yang lebih tinggi.
Kesimpulan: Semua Jalan Hukum Makin Sempit
Penolakan ini semakin mempersempit ruang gerak hukum Bankman-Fried. Sebaliknya, setiap upaya yang ia lakukan justru berakhir dengan kegagalan. Hakim Kaplan bahkan secara terbuka mempertanyakan motif di balik permohonan tersebut.
Oleh karena itu, harapan terbesar Bankman-Fried kini ada di pengadilan banding. Namun demikian, dengan rekam jejak yang ada, jalan menuju kebebasan tampak semakin jauh. Kasus FTX tetap menjadi salah satu skandal keuangan terbesar dalam sejarah industri kripto — dan babnya belum sepenuhnya tertutup.


