Senat AS mengalami penundaan dalam pengesahan RUU struktur pasar kripto. Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, mengungkapkan bahwa RUU tersebut kemungkinan besar tidak akan diloloskan sebelum bulan April. RUU ini sangat penting untuk membentuk kerangka regulasi yang jelas bagi aset digital, namun Thune menyatakan adanya penundaan lebih lanjut dalam memajukan legislatif ini.
Fokus pada SAVE America Act
Menurut Thune, prioritas utama Senat saat ini adalah mengesahkan SAVE America Act. RUU ini mengharuskan pemilih untuk memberikan bukti kewarganegaraan AS secara langsung saat registrasi. RUU ini akan diprioritaskan dalam voting, sehingga penundaan terjadi pada RUU struktur pasar kripto. Thune berharap RUU tersebut bisa keluar dari Komite Perbankan pada bulan April, namun regulasi kripto akan tetap menjadi prioritas kedua dalam waktu dekat.
RUU struktur pasar kripto, yang dikenal dengan nama CLARITY Act, telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Juli. RUU ini bertujuan untuk memberikan kewenangan lebih besar kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) untuk mengatur aset digital. Namun, ada beberapa kendala yang membuat RUU ini terhambat, seperti ketentuan mengenai saham tokenisasi, yield stablecoin, dan masalah etika yang perlu dibahas lebih lanjut.
Penundaan Lebih Lanjut dan Perbedaan Pendapat
Pernyataan Thune bertentangan dengan optimisme yang disampaikan oleh Senator Bernie Moreno dari Ohio. Moreno percaya bahwa RUU ini masih mungkin diloloskan pada bulan April. Namun, Komite Perbankan Senat menunda rapat penting pada bulan Januari yang diperlukan untuk melanjutkan pembahasan dan voting. Penundaan ini mengindikasikan adanya ketidaksetujuan antara para pembuat kebijakan mengenai regulasi aset digital.
Selain itu, ketidakpastian masih menghiasi jalan legislasi ini. Meskipun beberapa pertemuan antara Gedung Putih, para pemimpin industri kripto, dan perwakilan perbankan telah dilakukan, belum ada kesepakatan yang tercapai.
Langkah Lain di Senat
Meski RUU kripto menghadapi hambatan, Senat baru-baru ini mengambil tindakan dalam masalah finansial lainnya. Dalam voting mengenai 21st Century Road to Housing Act, sebuah amandemen disetujui untuk melarang Federal Reserve AS mengeluarkan mata uang digital bank sentral (CBDC) hingga setidaknya tahun 2030. Langkah ini menunjukkan bahwa perdebatan mengenai mata uang digital dan perannya dalam masa depan keuangan masih berlangsung.
Apa yang Dipertaruhkan dalam RUU Struktur Pasar Kripto?
Jika disahkan, RUU struktur pasar kripto akan memberikan kewenangan lebih besar kepada CFTC untuk mengawasi pasar aset digital, terutama dalam hal derivatif dan komoditas. Namun, ada kekhawatiran di kalangan legislator terkait dengan beberapa ketentuan dalam RUU ini. Perlakuan terhadap stablecoin dan saham tokenisasi menjadi salah satu isu yang memerlukan perhatian lebih.
Dengan penundaan yang terjadi, semakin jelas bahwa pembahasan regulasi pasar kripto tidak akan mudah. Namun, hasil dari legislatif ini akan menentukan bagaimana AS mengatur dan mengawasi aset digital di masa depan.
Kesimpulan
Dengan penundaan pengesahan RUU struktur pasar kripto hingga April, masa depan regulasi aset digital di AS masih belum jelas. Senat masih akan memfokuskan diri pada prioritas lainnya, seperti SAVE America Act. Sementara itu, industri kripto menunggu perkembangan lebih lanjut terkait regulasi yang akan datang. RUU ini berpotensi membentuk ulang landscape pasar kripto di AS, dan itu akan memiliki dampak jangka panjang baik bagi industri maupun investor.


