FITT Batal Akuisisi PSI
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) memutuskan untuk membatalkan rencana pembelian saham PT Poseidon Shipping Indonesia (PSI) yang dimiliki oleh PT Anaga Group Indonesia (AGI). Keputusan tersebut diambil setelah perseroan meninjau kembali manfaat transaksi terhadap keberlangsungan usaha atau going concern perusahaan.
Manajemen FITT menjelaskan bahwa perseroan akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan proses akuisisi tersebut. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor strategis yang berkaitan dengan arah bisnis perusahaan.
Alasan FITT Batal Akuisisi PSI
Sebelumnya, rencana transaksi tersebut telah dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB). Perjanjian itu ditandatangani pada 3 Februari 2026 antara FITT dan PT Anaga Group Indonesia.
Namun demikian, berdasarkan evaluasi terbaru, perseroan memutuskan untuk menghentikan rencana tersebut. Dalam keterbukaan informasi kepada publik pada Selasa (10/3/2026), manajemen menjelaskan bahwa pembelian saham PSI dinilai tidak memberikan manfaat optimal bagi keberlangsungan usaha perusahaan.
“Perseroan memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pembelian saham milik AGI pada PSI setelah mempertimbangkan manfaat dari pembelian saham tersebut terhadap going concern perseroan,” tulis manajemen FITT.
Saat ini, para pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut sedang menyelesaikan proses administrasi terkait pengakhiran PPJB.
Dampak Pembatalan Akuisisi terhadap FITT
Manajemen menegaskan bahwa keputusan FITT batal akuisisi PSI tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan. Kegiatan bisnis perusahaan tetap berjalan normal seperti sebelumnya.
Selain itu, perseroan juga memastikan bahwa pembatalan transaksi tersebut tidak memengaruhi strategi bisnis jangka pendek perusahaan.
Jinlong Resources Jadi Pengendali Baru FITT
Sebelumnya, Jinlong Resources resmi menjadi pengendali baru PT Hotel Fitra International Tbk setelah menyelesaikan proses akuisisi pada 12 Desember 2025.
Dalam transaksi tersebut, Jinlong Resources mengambil alih sebanyak 627 juta saham FITT. Saham tersebut sebelumnya dimiliki oleh PT Gloria Inti Nusantara, Hendra Sutanto, dan Richard Suwandi Lie.
Jumlah saham yang diakuisisi setara dengan sekitar 48,07 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan transaksi tersebut, Jinlong Resources menjadi pemegang saham pengendali baru di perusahaan perhotelan tersebut.
Ke depan, pasar akan mencermati langkah strategis yang akan diambil oleh FITT setelah keputusan batal akuisisi PSI ini. Strategi bisnis baru kemungkinan akan diarahkan untuk memperkuat kinerja dan keberlanjutan usaha perusahaan.
Baca Juga:


