• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Wall Street Ditutup Merah: Investor Khawatir Inflasi Naik Tajam
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Wall Street Ditutup Merah: Investor Khawatir Inflasi Naik Tajam
Berita PasarEkonomi Modern

Wall Street Ditutup Merah: Investor Khawatir Inflasi Naik Tajam

NiaDania
Last updated: March 20, 2026 9:06 am
NiaDania
Published: March 20, 2026
Share
Inflasi Wall Street

NEW YORK – Bursa saham Wall Street mengalami penurunan lagi pada Kamis, 19 Maret 2026. Pasar ditutup merah karena kekhawatiran inflasi yang semakin besar. Harga minyak melonjak tajam setelah serangan Iran ke fasilitas energi di Timur Tengah. Situasi ini membuat investor ragu The Fed akan segera turunkan suku bunga.

Contents
  • Penyebab Utama Penurunan Pasar
  • Pernyataan Jerome Powell dan Sikap The Fed
  • Performa Indeks dan Sektor Hari Ini
  • Dampak Lebih Luas dan Outlook ke Depan

Penyebab Utama Penurunan Pasar

Harga minyak Brent sempat mencapai US$119 per barel di awal sesi. Ini terjadi setelah Iran balas serang target energi di Qatar dan Kuwait. Serangan ini menyusul pukulan Israel ke lapangan gas South Pars milik Iran. Meski harga akhirnya mereda ke sekitar US$114-115 per barel, kenaikan tetap signifikan. Brent naik lebih dari 6,9% hari itu.

Konflik ini sudah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Serangan semakin meluas ke infrastruktur energi. Selat Hormuz pun terancam. Jalur ini mengangkut 20% pasokan minyak dan gas dunia. Akibatnya, harga minyak Brent sudah naik lebih dari 80% sejak perang dimulai. Gas alam Eropa juga melonjak hingga 30% di beberapa hari.

Pemerintah AS langsung ambil tindakan. Mereka lepaskan cadangan strategis minyak. Selain itu, operasi militer dilakukan untuk stabilkan jalur perdagangan. Namun, pasar tetap gelisah. Pasokan energi global terasa rentan.

Pernyataan Jerome Powell dan Sikap The Fed

The Fed Hampir Pasti Pangkas Bunga Lagi, Pasar Tunggu Sinyal dari Powell

Investor sangat perhatikan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell pada 18 Maret 2026. Powell tegaskan The Fed tahan suku bunga federal funds di 3,5%-3,75%. Ini sesuai ekspektasi pasar.

Ia bilang implikasi konflik Timur Tengah terhadap ekonomi AS masih tidak pasti. “Di jangka pendek, harga energi lebih tinggi akan dorong inflasi naik,” kata Powell. Namun, ia tambahkan terlalu dini untuk tahu skala dan durasinya. Inflasi PCE total diproyeksi 2,7% tahun ini, lebih tinggi dari sebelumnya.

Powell juga sebut ada ketegangan antara risiko inflasi naik dan lapangan kerja melambat. “Kami berada di posisi sulit,” ujarnya. The Fed tetap komitmen capai inflasi 2% dan maksimum employment.

Kontrak berjangka suku bunga di CME FedWatch tunjukkan peluang potong suku bunga sebelum pertengahan 2027 sangat kecil. Banyak trader geser ekspektasi ke akhir 2026 atau 2027. Bank sentral lain seperti Bank of England dan ECB juga tahan suku bunga. Mereka punya kekhawatiran serupa soal dampak konflik.

Performa Indeks dan Sektor Hari Ini

S&P 500 turun 0,27% menjadi 6.606,49. Nasdaq Composite susut 0,28% ke 22.090,69. Dow Jones Industrial Average melemah 0,44% atau sekitar 203 poin, tutup di 46.021,43.

Ketiga indeks ini kini di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Artinya, tren naik jangka panjang sudah terganggu. Tahun 2026 terasa berat bagi pasar saham AS. S&P 500 sudah anjlok lebih dari 3% year-to-date. Levelnya capai terendah empat bulan.

Delapan dari 11 sektor S&P 500 turun. Sektor material paling parah, minus 1,55%. Barang konsumsi non-esensial ikut turun 0,87%. Sektor energi relatif kuat karena manfaat dari harga minyak naik. Namun, tidak cukup imbangi tekanan luas.

Mike Dickson dari Horizon Investments bilang: “Pasar sedang mencerna pernyataan Powell dan bank sentral lain. Ini risiko inflasi nyata.”

Dampak Lebih Luas dan Outlook ke Depan

Lonjakan harga energi bisa tekan daya beli konsumen. Inflasi naik berarti biaya hidup lebih mahal. Pertumbuhan ekonomi pun berisiko melambat. Volatilitas pasar kemungkinan berlanjut dalam waktu dekat.

The Fed mungkin tetap hawkish. Mereka tunggu data inflasi PCE mendatang dan laporan lapangan kerja. Jika inflasi energi bertahan lama, potongan suku bunga bisa ditunda lebih jauh.

Investor perlu pantau perkembangan geopolitik. Berita soal negosiasi damai atau eskalasi baru akan sangat berpengaruh. Selain itu, laporan inflasi dan data ekonomi AS berikutnya juga krusial.

Strategi bijak saat ini adalah diversifikasi portofolio. Pertimbangkan aset safe-haven seperti obligasi pemerintah atau emas. Hindari ambil posisi berisiko tinggi di tengah ketidakpastian. Fokus pada saham defensif yang tahan inflasi, seperti utilitas atau kesehatan.

Wall Street memerah hari ini bukan sekadar koreksi sementara. Ini sinyal kuat bahwa gejolak global bisa ubah arah kebijakan moneter. Era suku bunga rendah pasca-pandemi mungkin tertunda lama. Tetap waspada, bro. Inflasi yang melonjak bisa bikin pasar berubah drastis dalam hitungan minggu.

OJK Gandeng MUI Siapkan Regulasi Crypto Syariah Tahun Ini
Bitcoin OG Jual Lebih dari $100 Juta BTC Setelah Sikap Hawkish The Fed Tekan Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Reli Bitcoin Mulai Melemah, Harga Kembali Turun di Bawah $75.000
Free Float 15% & 27 Klasifikasi Investor Mengubah Permainan
Vitalik Buterin Dorong Penyederhanaan Node Ethereum: Menjalankan Infrastruktur Adalah Hak Setiap Individu
TAGGED:Dow Jones merahharga minyak melonjakJerome Powell The Fedkonflik Timur TengahNasdaq melemahS&P 500 turunsuku bunga The FedWall Street

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Phishing OpenClaw di GitHub: Airdrop Palsu CLAW Target Developer Kripto
Next Article Bagaimana Analisa 3 Koin Meme Berikut Saat Bitcoin Bertahan di US$ 70.000? Bagaimana Analisa 3 Koin Meme Berikut Saat Bitcoin Bertahan di US$ 70.000?

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Top 5 Aplikasi Saham Terbaik 2026 di Indonesia
Bukan Panik! Ini 3 Hal yang Dilakukan Whale Bitcoin Saat Pasar Kembali Melemah
BSDE Diserbu! Pengendali Guyur Dana Rp 9,36 Miliar, Sinyal Rebound?

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?