Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), melalui PT Danantara Asset Management (DAM), telah memperluas cakupan investasinya. Mereka kini memegang sejumlah saham penting di Bursa Efek Indonesia. Langkah ini menunjukkan komitmen Danantara dalam mengoptimalkan potensi BUMN sebagai bagian dari portofolio investasinya. Saat ini, Danantara tercatat memiliki mayoritas saham di sembilan perusahaan pelat merah yang tersebar di berbagai sektor strategis.
- Saham Perbankan: Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- Sektor Penerbangan: Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
- Sektor Infrastruktur: Jasa Marga Tbk (JSMR)
- Sektor Baja: Krakatau Steel Tbk (KRAS)
- Sektor Konstruksi: Wijaya Karya Tbk (WIKA), PP Tbk (PTPP), dan Waskita Karya Tbk (WSKT)
- Sektor Semen: Semen Indonesia Tbk (SMGR)
- Sektor Telekomunikasi: Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- Transformasi Tata Kelola BUMN
- Kesimpulan

Berdasarkan data per 27 Februari 2026, Danantara Asset Management tercatat sebagai pemegang saham mayoritas di sejumlah perusahaan BUMN lintas sektor. Sektor-sektor yang tercakup dalam investasi Danantara antara lain sektor perbankan, telekomunikasi, industri baja, infrastruktur, dan konstruksi.
Saham Perbankan: Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Di sektor perbankan, Danantara memegang 51,48% saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang setara dengan sekitar 48,04 miliar lembar saham. Bank Mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia. Melalui kepemilikan mayoritas ini, Danantara berkomitmen untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang bank ini.
Sektor Penerbangan: Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
Danantara juga memiliki 91,11% saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yang jumlahnya sekitar 370,90 miliar saham. Garuda Indonesia adalah maskapai nasional Indonesia. Dengan kepemilikan mayoritas ini, Danantara berfokus pada peningkatan efisiensi dan keberlanjutan operasional Garuda.
Sektor Infrastruktur: Jasa Marga Tbk (JSMR)
Dalam sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, Danantara menguasai 69,30% saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), yang setara dengan sekitar 5,02 miliar lembar saham. Jasa Marga memainkan peran penting dalam transportasi nasional. Kepemilikan mayoritas ini memungkinkan Danantara untuk mengarahkan pengelolaan aset dengan lebih efisien dan inovatif.
Sektor Baja: Krakatau Steel Tbk (KRAS)
Di sektor industri baja, Danantara memegang 80% saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), yang berjumlah 15,47 miliar saham. Krakataustasi Danantara Portofolio Saham Bank Mandiri Garuda Indones Steel mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kepemilikan mayoritas ini memberi Danantara peluang untuk memperkuat efisiensi operasional dan daya saing perusahaan.
Sektor Konstruksi: Wijaya Karya Tbk (WIKA), PP Tbk (PTPP), dan Waskita Karya Tbk (WSKT)
Di sektor konstruksi, Danantara juga memegang saham mayoritas di beberapa perusahaan terkemuka. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memiliki 90,11% saham (35,92 miliar saham), PT PP Tbk (PTPP) sebanyak 51% saham (3,16 miliar saham), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebanyak 74,60% saham (21,48 miliar saham). Ketiga perusahaan ini memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Sektor Semen: Semen Indonesia Tbk (SMGR)
Danantara juga menggenggam 50,69% saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), yang setara dengan 3,42 miliar saham. Semen Indonesia adalah produsen semen terbesar di Indonesia, dan Danantara berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas perusahaan.
Sektor Telekomunikasi: Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Pada sektor telekomunikasi, Danantara memegang 51,57% saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), yang mencapai sekitar 51,08 miliar saham. Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Dengan kepemilikan mayoritas ini, Danantara berfokus pada pengembangan layanan digital yang lebih inovatif.
Transformasi Tata Kelola BUMN
Sebagai manajemen baru yang diberi mandat untuk mengelola aset negara, Danantara Indonesia, melalui entitas holding operasionalnya yaitu Danantara Asset Management, berkomitmen melakukan pengkajian dan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan akuntansi, pencatatan aset, serta sistem tata kelola perusahaan-perusahaan BUMN. Tujuan utama dari transformasi ini adalah memastikan setiap perusahaan BUMN memiliki dasar pengelolaan yang solid dan selaras dengan praktik terbaik.
Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut adalah bagian dari komitmen untuk meningkatkan pengelolaan BUMN yang berorientasi pada nilai ekonomi riil dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan tata kelola yang lebih baik, perusahaan-perusahaan BUMN diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan margin operasional, dan menciptakan nilai nyata bagi pemegang saham utama—yakni negara.
Kesimpulan
Danantara Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian nasional dengan menguasai sejumlah saham di perusahaan BUMN strategis di berbagai sektor. Melalui kepemilikan mayoritas ini, Danantara berfokus pada pengelolaan yang efisien, penguatan tata kelola perusahaan, dan penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah transformasi yang sistematis dan bertahap, Danantara berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.


