Kontroversi Polymarket dan dugaan insider trading kembali menghangat. Platform pasar prediksi berbasis kripto itu kini menghadapi tekanan besar dari para pembuat undang-undang Amerika Serikat, menyusul serangkaian taruhan yang dinilai terlalu “tepat waktu” seputar perang AS-Iran.
Taruhan Miliaran Sebelum Berita Resmi Keluar
Setidaknya 50 akun baru di Polymarket memasang taruhan besar pada gencatan senjata AS-Iran — hanya beberapa jam, bahkan menit, sebelum Presiden Trump mengumumkannya secara resmi di media sosial. NPR
Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya, seorang pengguna anonim meraup keuntungan sekitar $550.000 dengan bertaruh bahwa AS akan menyerang Iran dan Ayatollah Ali Khamenei akan digulingkan — taruhan yang dilakukan tepat sebelum perang dimulai. NPR
Selain itu, peneliti Harvard memperkirakan bahwa $143 juta keuntungan telah diraih di Polymarket oleh individu yang diduga memiliki informasi orang dalam — mulai dari pertunangan Taylor Swift hingga pengumuman Hadiah Nobel Perdamaian. WVAS
“Pasar Kematian yang Distopik”
Kemarahan publik tak hanya soal dugaan insider trading. Polymarket juga sempat membuka pasar taruhan terkait nasib tentara AS yang ditawan di Iran.
Congressman Seth Moulton memaksa Polymarket menarik pasar yang mempertaruhkan kapan AS akan mengkonfirmasi penyelamatan anggota Angkatan Udara yang ditembak jatuh oleh Iran. Moulton menyebut Polymarket sebagai “dystopian death market” — pasar kematian yang distopik. TradingView
Tak lama setelah itu, Polymarket meminta maaf dan menarik pasar tersebut. Platform itu mengakui bahwa pasar tersebut tidak memenuhi standar internal mereka dan sedang menyelidiki bagaimana hal itu bisa lolos dari pengawasan. CoinDesk
Nuklir dan Batas Etika
Kontroversi tidak berhenti di situ. Polymarket sempat mempromosikan pasar yang menampilkan peluang 22% terjadinya ledakan nuklir di tahun 2026 — sebuah postingan yang kemudian dihapus setelah menuai kecaman luas. TradingView
Peneliti hukum internasional dari University of New South Wales, Karoline Thomsen, menyebut taruhan semacam ini sebagai ladang ranjau etika. Menurutnya, menempatkan taruhan besar pada serangan militer juga bisa memberi sinyal kepada negara target bahwa serangan tersebut memang akan terjadi. TradingView

Dugaan Kebocoran Informasi Rahasia Negara
Tuduhan yang lebih serius pun mulai bermunculan. Senator Blumenthal menyebut Polymarket telah berubah menjadi pasar gelap untuk menjual dan mengeksploitasi rahasia keamanan nasional — bahkan berpotensi menjadi sarang intelijen asing yang memantau taruhan-taruhan mencurigakan tersebut. WVAS
Sementara itu, analis on-chain menemukan 38 akun yang diduga milik satu orang dan berhasil meraup lebih dari $2 juta dengan bertaruh tepat pada serangan 28 Februari — dengan tingkat keberhasilan mendekati 100 persen. Al Jazeera
Kongres Mulai Bertindak
Tekanan regulasi semakin menguat. Anggota DPR Ritchie Torres mengirim surat kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk menyelidiki taruhan-taruhan yang mencurigakan ini. NPR
Lebih jauh lagi, Senator Chris Murphy memperkenalkan RUU BETS OFF Act, yang akan melarang platform seperti Polymarket dan Kalshi dari menerima taruhan terkait aksi pemerintah, terorisme, perang, pembunuhan, dan peristiwa di mana seseorang mengetahui atau mengendalikan hasilnya. Al Jazeera
Kalshi Ambil Sikap Berbeda
Di tengah kontroversi ini, pesaing Polymarket mengambil posisi yang lebih hati-hati. Kalshi menyatakan bahwa mereka tidak mengizinkan pasar yang secara langsung terkait dengan kematian, perang, atau pembunuhan — karena tidak ingin menciptakan insentif perverse yang mendorong orang untuk mewujudkan peristiwa berbahaya demi keuntungan finansial. TradingView
Namun demikian, ada catatan menarik soal persaingan ini. Donald Trump Jr. diketahui menjadi investor di Polymarket melalui perusahaan modalnya, sekaligus menjadi penasihat strategis berbayar di Kalshi. NPR
Kesimpulan
Singkatnya, Polymarket kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, platform ini tumbuh pesat dan menjadi barometer opini publik global. Namun di sisi lain, serangkaian taruhan yang terlalu “kebetulan” seputar perang Iran telah memicu pertanyaan serius soal integritas pasar, keamanan nasional, dan etika platform prediksi berbasis kripto. Regulasi tampaknya sudah di depan pintu.


