Harga BBM Subsidi Indonesia Tetap Stabil meskipun Harga Minyak Dunia Naik
Jakarta, 5 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak mentah dunia melampaui asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Kenaikan harga minyak dunia dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran dan Israel.
Pemerintah Memantau Perkembangan Harga Minyak Dunia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia sebelum mengambil keputusan mengenai kebijakan harga BBM subsidi. Airlangga menjelaskan bahwa harga minyak mentah dunia yang saat ini telah meningkat melebihi asumsi dalam APBN yang ditetapkan pada harga US$ 70 per barel untuk Indonesian Crude Price (ICP), namun masih belum cukup untuk mempengaruhi harga BBM subsidi.
“Untuk saat ini, kita masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Pemerintah akan mengambil keputusan berdasarkan situasi yang ada,” ujar Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Jakarta Pusat.
Harga Minyak Dunia Melonjak
Harga minyak mentah dunia, terutama Brent dan WTI, mengalami lonjakan signifikan. Data Refinitiv pada Kamis (5/3/2026) menunjukkan, harga minyak Brent mencapai US$ 83,82 per barel (naik 3%), sementara WTI tercatat pada harga US$ 77,17 per barel (naik 3,4%). Kenaikan harga ini dipicu oleh ketegangan yang terus berlangsung antara Iran dan Israel, yang mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat. Ketegangan ini menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur penghubung utama bagi distribusi minyak dunia.
Dampak Penutupan Selat Hormuz Terhadap Indonesia
Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, juga terkena dampak dari situasi ini. Sekitar 19% dari total impor minyak Indonesia berasal dari wilayah Teluk Persia. Penutupan Selat Hormuz dapat memengaruhi distribusi pasokan minyak ke Indonesia, yang berpotensi berimbas pada harga BBM.
“Kami belum bisa memprediksi kapan konflik ini akan berakhir, namun pemerintah sudah mempersiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan yang ada,” kata Airlangga.
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap akan dipertahankan oleh pemerintah. Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan harga BBM subsidi dan non-subsidi berbeda. Untuk BBM non-subsidi, penyesuaian harga akan mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.
“Harga BBM subsidi, seperti Pertalite, tidak akan berubah kecuali ada kebijakan baru dari pemerintah. Sementara itu, harga BBM non-subsidi akan disesuaikan dengan harga pasar,” jelas Bahlil.
Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi
Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Dexlite akan disesuaikan dengan harga pasar yang mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia. Pemerintah mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 22 dalam menetapkan harga jual BBM non-subsidi.
“BBM non-subsidi akan mengikuti harga pasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara harga subsidi akan tetap sama, termasuk untuk solar,” tambah Bahlil.



