• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Pekerja IT Korea Utara Diretas, Operasi Penipuan Kripto Senilai $3,5 Juta Terbongkar
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Pekerja IT Korea Utara Diretas, Operasi Penipuan Kripto Senilai $3,5 Juta Terbongkar
Berita Pasar

Pekerja IT Korea Utara Diretas, Operasi Penipuan Kripto Senilai $3,5 Juta Terbongkar

Bianca
Last updated: April 11, 2026 9:51 am
Bianca
Published: April 11, 2026
Share

Identitas Palsu, Gaji Nyata: Modus Pekerja IT Korea Utara

Tables showing how much crypto each IT worker has brought in for North Korea since Dec. 8. Source: ZachXBT
Tables showing how much crypto each IT worker has brought in for North Korea since Dec. 8. Source: ZachXBT

Korea Utara kembali membuat gempar industri kripto. Kali ini, sebuah kelompok pekerja IT negara tersebut berhasil dibobol oleh seorang peretas tak dikenal. Dari data yang berhasil dicuri, terungkap operasi penipuan sistematis yang telah berjalan selama berbulan-bulan.

Contents
  • Identitas Palsu, Gaji Nyata: Modus Pekerja IT Korea Utara
  • $3,5 Juta Hanya dalam Beberapa Bulan
  • Password “123456” untuk Transaksi Jutaan Dolar
  • Identitas Palsu dari Hong Kong hingga Irlandia
  • Leaderboard Internal: Siapa yang Paling Banyak Mencuri?
  • Kelompok Ini Masih “Amatiran” Dibanding yang Lain
  • Kesimpulan

$3,5 Juta Hanya dalam Beberapa Bulan

Berdasarkan dokumen yang dibagikan oleh analis blockchain ZachXBT di platform X, sekelompok pekerja IT Korea Utara berhasil mengumpulkan lebih dari $3,5 juta dalam waktu singkat. Mereka bekerja dengan menyamar sebagai pengembang software di berbagai perusahaan teknologi.

Salah satu anggota utama kelompok ini, yang dikenal dengan nama “Jerry,” memimpin tim beranggotakan 140 orang. Bersama-sama, mereka meraup sekitar $1 juta per bulan sejak akhir November lalu.

Password “123456” untuk Transaksi Jutaan Dolar

Yang mengejutkan bukan hanya skala operasinya, tetapi juga betapa lalainya sistem keamanan mereka. Para pekerja IT ini mengoordinasikan pembayaran kripto melalui sebuah situs bernama “luckyguys.site” — dengan kata sandi bersama yang sangat mudah ditebak: “123456”.

Selain itu, hasil kripto tersebut kemudian dikonversi ke mata uang fiat dan dikirim ke rekening bank China melalui platform pembayaran online seperti Payoneer. Penelusuran lebih lanjut atas alamat dompet mereka juga mengungkap keterkaitan dengan dompet Korea Utara lain yang telah masuk daftar hitam Tether sejak Desember lalu.

Identitas Palsu dari Hong Kong hingga Irlandia

Operasi ini tidak berhenti pada pencurian kripto saja. Para anggota kelompok ini juga memalsukan identitas mereka secara menyeluruh. Salah satu anggota bernama “Rascal” dilaporkan menggunakan nama palsu beserta alamat fiktif di Hong Kong. Bahkan, foto paspor Irlandia turut ditemukan dalam data yang bocor — meski belum jelas apakah dokumen tersebut benar-benar digunakan.

Sementara itu, “Jerry” sendiri terbukti menggunakan VPN Astrill untuk mengakses Gmail dan mengirimkan lamaran kerja sebagai pengembang full-stack di berbagai perusahaan melalui situs Indeed. Bahkan ditemukan sebuah email yang belum terkirim, berisi lamaran posisi spesialis konten WordPress dan SEO di sebuah perusahaan kaos di Texas — dengan permintaan gaji $30 per jam.

Leaderboard Internal: Siapa yang Paling Banyak Mencuri?

Salah satu temuan paling mengejutkan adalah adanya papan peringkat internal. Data yang bocor memperlihatkan tabel yang mencatat berapa banyak kripto yang berhasil dikumpulkan oleh masing-masing anggota sejak 8 Desember, lengkap dengan tautan ke halaman blockchain explorer sebagai bukti transaksi.

Ini menunjukkan bahwa operasi ini bukan sekadar aksi individu, melainkan sebuah organisasi terstruktur dengan sistem pelacak kinerja layaknya perusahaan pada umumnya.

Kelompok Ini Masih “Amatiran” Dibanding yang Lain

Meski terkesan canggih, ZachXBT menilai kelompok ini masih jauh lebih lemah dibandingkan unit Korea Utara lainnya seperti AppleJeus dan TraderTraitor. Kedua kelompok tersebut disebut beroperasi jauh lebih efisien dan menjadi ancaman terbesar bagi industri kripto saat ini.

Sebagai perbandingan, pekerja IT Korea Utara secara keseluruhan telah mencuri lebih dari $7 miliar sejak 2009. Beberapa serangan paling terkenal antara lain peretasan Bybit senilai $1,4 miliar dan jembatan Ronin sebesar $625 juta. Baru-baru ini, mereka juga dituding berada di balik peretasan Drift Protocol senilai $280 juta pada 1 April lalu.

Kesimpulan

Terbongkarnya operasi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh industri kripto. Ancaman dari aktor negara seperti Korea Utara tidak hanya datang melalui serangan teknis yang canggih. Terkadang, mereka cukup menyamar sebagai pekerja remote biasa — dan itu sudah lebih dari cukup untuk meraup jutaan dolar.

Pasar Kripto Waspada Karena Krisis Asia Barat
Muhammadiyah Sebut Investasi Kripto Diperbolehkan
Reli Bitcoin Mulai Melemah, Harga Kembali Turun di Bawah $75.000
Binance Dibanjiri USDT, Likuiditas Pasar Meningkat Tajam
Penggunaan AI di Tempat Kerja Picu “AI Brain Fry”, Peneliti Ungkap Dampak Kelelahan Mental
TAGGED:BitcoinBybitDPRKDrift ProtocolHackerIdentitas PalsuKeamanan BlockchainKorea Utarapenipuan kriptoScamTetherZachXBT

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Iran Gunakan Bitcoin untuk Bayar Tol Kapal Tanker di Selat Hormuz
Next Article Prediksi XRP $1.000: Realistis atau Sekadar Halu?

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Altseason Kripto 2026: Pola 2017 Terulang Kembali?
Bitcoin Saat Perang: 5 Alasan Mengapa Kripto Tetap Kuat
Bitcoin Dipakai di Selat Hormuz, Apakah Ini “Game Over” untuk XRP?

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?