Artemis II Kembali ke Bumi, Pasar Prediksi Ikut Ramai

Misi Artemis II NASA resmi mendekati garis akhir. Pesawat ruang angkasa Orion dijadwalkan mendarat di Samudra Pasifik pada Sabtu dini hari pukul 00:07 UTC. Sementara itu, pengguna platform pasar prediksi Kalshi dan Polymarket tak mau ketinggalan momen bersejarah ini.
Apa yang Ditaruhkan Pengguna Kalshi?
Menariknya, sebagian besar taruhan bukan soal apakah misi berhasil atau tidak. Sebaliknya, para pengguna justru memasang posisi pada apa yang akan diucapkan pejabat NASA dalam konferensi pers setelah pendaratan.
Dengan volume kontrak sekitar $4.000, pengguna Kalshi memperkirakan kata-kata seperti “presiden,” “perdana menteri,” “radiasi,” dan “kerusakan” akan muncul dalam pernyataan resmi NASA. Ini menunjukkan betapa kreatifnya pengguna pasar prediksi dalam menemukan celah taruhan dari setiap peristiwa besar.
Tentang Misi Artemis II
Misi Artemis II merupakan penerbangan berawak pertama NASA ke sekitar Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Pesawat Orion diluncurkan dari Florida pada 1 April lalu, membawa empat awak untuk menyelesaikan manuver terbang lintas Bulan selama 10 hari.
Misi ini merupakan kelanjutan dari Artemis I pada 2022, yang mengorbit Bulan tanpa awak. Selanjutnya, NASA berencana mendaratkan manusia di permukaan Bulan pada 2028.
Kalshi bahkan membuka kontrak prediksi khusus soal misi berawak ke Bulan. Hasilnya cukup menarik: peluang pendaratan sebelum 2030 dipatok di 63%, sementara peluang sebelum 2029 berada di angka 41%.
Kontroversi Pasar Prediksi Tetap Membayangi
Meski taruhan soal Artemis II tergolong ringan, pasar prediksi secara umum masih diselimuti kontroversi. Platform seperti Polymarket sebelumnya menuai kritik keras karena memungkinkan pengguna bertaruh pada peristiwa-peristiwa sensitif, termasuk konflik bersenjata AS-Iran. Beberapa taruhan dinilai terlalu tepat waktu oleh para pembuat undang-undang, sehingga mendorong desakan regulasi yang lebih ketat.
Bonus: Menambang Bitcoin dari Luar Angkasa
Di luar berita Artemis, ada kabar menarik lain dari industri kripto. Perusahaan pusat data orbital bernama Starcloud — yang didukung oleh Nvidia — mengumumkan rencana menambang Bitcoin dari orbit Bumi. Starcloud berencana memanfaatkan panel surya dan mesin ASIC khusus yang dipasang di pusat data orbitalnya untuk menghasilkan BTC langsung dari luar angkasa.
Kesimpulan
Misi Artemis II membuktikan bahwa bahkan perjalanan luar angkasa pun kini bisa menjadi ajang taruhan di pasar prediksi berbasis kripto. Sementara Kalshi dan Polymarket terus berkembang, pertanyaan soal etika dan regulasi platform ini masih terus bergulir. Yang jelas, perpaduan antara teknologi luar angkasa dan pasar kripto semakin hari semakin sulit dipisahkan.


