
Image Source: google
AMERIKA SERIKAT – Ketegangan antara industri kripto dan sektor perbankan tradisional di Amerika Serikat semakin memanas. Eric Trump, putra Presiden Donald Trump dan pendiri World Liberty Financial (WLF), secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap perbankan yang dianggap menghalangi kemajuan aset digital.
Dalam pernyataan terbarunya, Eric Trump menggandakan pesan “anti-bank” yang sebelumnya disuarakan oleh ayahnya. Fokus utama dari kritiknya adalah upaya perbankan untuk melobi anggota senat agar melarang pembayaran imbal hasil (yield) pada stablecoin.
Perbankan Dianggap Menjadi Penghambat
Eric Trump menuduh bank-bank besar merasa terancam oleh potensi stablecoin. Stablecoin, yang dapat memberikan keuntungan langsung kepada penggunanya, dianggap sebagai ancaman bagi sistem perbankan tradisional. Eric Trump mengatakan bahwa pihak bank “mati-matian menargetkan” kripto karena khawatir akan eksodus simpanan nasabah dari bank tradisional ke ekosistem digital yang lebih menguntungkan.
“Bank tidak seharusnya mencoba merusak atau menyandera regulasi kripto. Mereka perlu membuat kesepakatan yang adil dengan industri kripto demi kepentingan terbaik rakyat Amerika,” ujar Eric Trump. Pernyataannya semakin mempertegas posisi keluarganya dalam mendukung industri kripto.
Konflik Mengenai ‘Stablecoin Yield’
Perselisihan ini terpusat pada GENIUS Act. Rancangan undang-undang ini sedang dibahas di Senat AS. Beberapa poin penting dalam perdebatan tersebut antara lain:
-
Pelarangan Imbal Hasil: Organisasi perbankan mendesak agar penerbit stablecoin dilarang memberikan bunga atau imbal hasil kepada pemegang aset. Mereka berpendapat bahwa hal ini bisa memicu risiko pelarian simpanan (deposit flight) dari bank.
-
Keuntungan Konsumen: Di sisi lain, Eric Trump dan para pemimpin industri kripto berargumen bahwa larangan tersebut hanya akan merugikan konsumen dan menghambat inovasi keuangan di Amerika Serikat.
-
Agenda Kripto Nasional: Presiden Donald Trump juga menambahkan bahwa jika regulasi ini terus dihambat oleh bank, maka pusat inovasi kripto berisiko pindah ke negara lain seperti China.
World Liberty Financial di Tengah Pusaran
Keluarga Trump melalui World Liberty Financial telah menjadi pemain kunci dalam mendorong adopsi stablecoin dan DeFi (Decentralized Finance). Baru-baru ini, perusahaan tersebut dikabarkan menarik investasi besar yang semakin memperkuat posisi mereka di pasar global.
Langkah Eric Trump ini dilihat oleh banyak analis sebagai upaya untuk memodernisasi sistem keuangan yang ia anggap “usang”. Sistem ini sering kali melakukan diskriminasi terhadap pihak-pihak tertentu melalui praktik de-banking.
Kesimpulan
Perang narasi antara keluarga Trump dan sistem perbankan tradisional menandai babak baru dalam evolusi kebijakan keuangan di Amerika. Apakah stablecoin akan diizinkan memberikan imbal hasil layaknya tabungan bank, atau justru akan dibatasi oleh regulasi ketat, masih menjadi tanda tanya besar. Hal ini tentu akan menjadi perhatian utama para investor kripto di seluruh dunia.


