• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.389, Sektor Energi Jadi Penekan Utama
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.389, Sektor Energi Jadi Penekan Utama
Aset DigitalBerita Pasar

IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.389, Sektor Energi Jadi Penekan Utama

KingArthur
Last updated: March 11, 2026 5:11 pm
KingArthur
Published: March 11, 2026
Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (11/3/2026) setelah sempat dibuka menguat pada awal sesi perdagangan. Pelemahan yang terjadi menjelang penutupan membuat indeks gagal mempertahankan penguatan yang sempat tercatat pada pagi hari.

Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat terkoreksi sebesar 51,51 poin atau turun 0,69 persen ke level 7.389,39. Pergerakan indeks sepanjang hari menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat di sejumlah sektor utama sehingga menyeret IHSG kembali ke wilayah negatif.

Penurunan indeks terutama dipicu oleh pelemahan di beberapa sektor besar yang memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan pasar. Sektor energi menjadi penekan terdalam setelah mencatatkan pelemahan hingga 2,01 persen. Tekanan di sektor ini turut memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan karena sejumlah saham energi mengalami koreksi cukup dalam.

Selain sektor energi, pelemahan juga terjadi pada sektor perindustrian yang turun 1,34 persen. Sektor infrastruktur ikut melemah sebesar 0,96 persen, sementara sektor barang konsumen nonprimer terkoreksi 0,56 persen. Sektor transportasi juga tidak luput dari tekanan dengan penurunan sebesar 0,35 persen. Kombinasi pelemahan dari berbagai sektor ini membuat IHSG sulit bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan.

Meski demikian, tidak semua sektor mengalami penurunan. Beberapa sektor masih mampu mencatatkan penguatan dan menahan pelemahan indeks agar tidak semakin dalam. Sektor kesehatan menjadi sektor dengan kinerja terbaik pada perdagangan hari ini setelah menguat sebesar 0,29 persen. Penguatan juga terjadi pada sektor barang konsumen primer yang naik 0,27 persen.

Selain itu, sektor properti dan real estate turut mencatatkan kenaikan sebesar 0,17 persen. Sektor keuangan juga berhasil bertahan di zona positif meskipun hanya mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03 persen. Kinerja sektor-sektor tersebut setidaknya memberikan sedikit penopang di tengah tekanan yang terjadi di sektor lainnya.

Dari sisi aktivitas perdagangan, pasar saham Indonesia masih menunjukkan pergerakan yang cukup aktif. Total volume perdagangan saham mencapai 31,92 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,13 triliun. Tingginya aktivitas transaksi menunjukkan bahwa minat investor terhadap perdagangan saham masih cukup besar meskipun pasar sedang berada dalam tekanan.

Secara keseluruhan, pergerakan saham pada hari ini cenderung didominasi oleh penurunan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 366 saham tercatat mengalami pelemahan. Sementara itu, 312 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga dan 139 saham lainnya ditutup stagnan tanpa perubahan.

Beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Salah satunya adalah saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang melonjak sebesar Rp975 sehingga ditutup di level Rp10.775 per saham. Kenaikan juga terjadi pada saham PT Pakuan Tbk. (UANG) yang naik Rp860 menjadi Rp4.310 per saham. Selain itu, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga mencatatkan penguatan sebesar Rp650 sehingga berada di level Rp12.900 per saham.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan jual yang cukup dalam. Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menjadi salah satu yang mengalami penurunan terbesar setelah merosot Rp2.325 dan ditutup di harga Rp19.125 per saham. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga turun Rp1.775 menjadi Rp26.250 per saham. Selain itu, saham PT Golden Flower Tbk (POLU) melemah Rp1.500 dan berakhir di level Rp15.100 per saham.

Untuk saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan frekuensi transaksi, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang teratas dengan total 66.940 kali transaksi dan nilai perdagangan mencapai Rp696 miliar. Aktivitas perdagangan yang tinggi pada saham ini menunjukkan minat investor yang besar terhadap saham sektor energi tersebut.

Di posisi berikutnya terdapat saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) yang diperdagangkan sebanyak 53.315 kali dengan nilai transaksi sebesar Rp132 miliar. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga masuk dalam daftar saham teraktif dengan frekuensi transaksi mencapai 42.688 kali dan nilai perdagangan sebesar Rp633 miliar.

Pada kelompok saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45, beberapa saham mengalami penurunan cukup tajam. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah anjlok 7,23 persen ke level Rp9.625 per saham. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) juga mencatat penurunan signifikan sebesar 6,33 persen sehingga berada di harga Rp26.250 per saham. Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turut terkoreksi 5,83 persen dan ditutup di level Rp226 per saham.

Di tengah tekanan tersebut, beberapa saham LQ45 justru berhasil mencatatkan penguatan. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memimpin kenaikan dengan penguatan sebesar 3,71 persen ke level Rp3.630 per saham. Penguatan juga terjadi pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang naik 3,64 persen menjadi Rp57 per saham. Sementara itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turut mencatatkan kenaikan sebesar 2,83 persen dan ditutup di harga Rp2.000 per saham.

Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini mencerminkan dinamika pasar yang masih dipengaruhi oleh tekanan di beberapa sektor utama. Investor cenderung melakukan aksi jual pada saham-saham tertentu, terutama di sektor energi dan komoditas, sehingga membuat indeks bergerak melemah hingga akhir sesi perdagangan.

Bitmine Borong Ribuan Ethereum Meski Tahu Sahamnya Merugi, Apa Pertimbangannya?
5 Altcoin Terkuat Minggu Ini: OKB Naik Hampir 30%
Minyak Mentah Ter-tokenisasi: Menyongsong Pilot Blockchain LITRO Menuju Peluncuran 2027
Wow! Daftar Saham Paling Potensial per Maret 2026
Sinyal Perang Trump yang Membingungkan: Harga Minyak Anjlok, Kripto Justru Menghijau
TAGGED:Bursa Efek IndonesiaIHSGPasar Saham Indonesia

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Bitcoin Makin Langka: 20 Juta Bitcoin Sudah Ditambang
Next Article Takut Jebol? 5 Cold Wallet Kripto Teraman untuk Simpan Asset Crypto Kamu!

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Top 5 Aplikasi Saham Terbaik 2026 di Indonesia
Bukan Panik! Ini 3 Hal yang Dilakukan Whale Bitcoin Saat Pasar Kembali Melemah
BSDE Diserbu! Pengendali Guyur Dana Rp 9,36 Miliar, Sinyal Rebound?

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?