Harga CPO Naik di Bursa Malaysia
Harga CPO naik selama dua hari berturut-turut hingga Jumat (6/3/2026). Selain itu, komoditas ini juga mencatat kenaikan secara mingguan. Penguatan harga didorong oleh kenaikan minyak nabati di bursa Dalian. Sementara itu, pelemahan ringgit Malaysia turut membantu kenaikan harga.
Kontrak Harga CPO pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melonjak 3,80 persen. Dengan demikian, harganya mencapai 4.365 ringgit Malaysia per ton.
Kenaikan Harga CPO Mingguan Terbesar Sejak 2024
Sepanjang pekan ini, Harga CPO naik sekitar 8,04 persen. Oleh karena itu, kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak akhir November 2024.
Menurut analis sekuritas PhillipCapital, Harga CPO menguat dalam perdagangan Asia. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah global juga mendukung pasar minyak sawit.
Harga Energi Global Dorong Kenaikan Harga CPO
Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah memengaruhi pasar energi. Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak.
Akibatnya, harga energi global meningkat. Kondisi ini turut menopang Harga CPO karena minyak sawit semakin menarik sebagai alternatif bahan bakar nabati.
Pergerakan Minyak Nabati Global Pengaruhi Harga CPO
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai di bursa Dalian naik sekitar 0,69 persen. Selain itu, kontrak minyak sawit di bursa yang sama melonjak 1,8 persen.
Namun, minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) justru turun 0,99 persen. Secara umum, Harga CPO mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing di pasar global.
Pelemahan Ringgit dan Ekspor Tekan Harga CPO
Sementara itu, ringgit Malaysia melemah sekitar 0,18 persen terhadap dolar AS. Akibatnya, Harga CPO menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Namun demikian, pelemahan ekspor membatasi kenaikan harga. Lembaga survei kargo mencatat pengiriman Februari turun sekitar 21,5 hingga 22,5 persen dibandingkan Januari.
Data Ekonomi China Berpotensi Pengaruhi Harga CPO
Selain itu, pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi China pekan depan. Data tersebut meliputi inflasi konsumen (CPI), inflasi produsen (PPI), serta data perdagangan.
China merupakan salah satu pembeli utama minyak sawit dunia. Oleh karena itu, perkembangan ekonomi negara tersebut dapat memengaruhi arah Harga CPO ke depan.


