• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Harga Bitcoin Turun di Bawah $71K, Momentum Bullish Masih Kuat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Harga Bitcoin Turun di Bawah $71K, Momentum Bullish Masih Kuat
Data & Insight

Harga Bitcoin Turun di Bawah $71K, Momentum Bullish Masih Kuat

Bianca
Last updated: March 19, 2026 7:56 am
Bianca
Published: March 19, 2026
Share

Bitcoin mengalami koreksi tajam setelah sempat mendekati level $76.000. Namun, berbagai data pasar menunjukkan bahwa tekanan jual ini belum mengubah arah tren jangka panjang.

Contents
  • Harga Bitcoin Turun Tajam Usai Tekanan Makroekonomi
  • Pasar Saham AS Ikut Tertekan
  • The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Lebih Lama
  • Imbal Hasil Obligasi AS Masih Terkendali
  • Momentum Bullish Bitcoin Masih Bertahan
  • Risiko Likuidasi Masih Sangat Rendah
  • Short Seller Mulai Terlalu Percaya Diri
  • Emas Menunjukkan Tanda Kelelahan, Bitcoin Bisa Diuntungkan
  • Kesimpulan: Koreksi Belum Ubah Arah Tren

Harga Bitcoin Turun Tajam Usai Tekanan Makroekonomi

Harga Bitcoin turun signifikan dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh level $76.000. Koreksi mencapai sekitar 7% dalam waktu singkat.

Selain itu, kondisi global turut memperparah situasi. Harga minyak dunia melonjak tajam. Hal ini terjadi setelah Israel menyerang fasilitas gas terbesar Iran. Akibatnya, investor menjadi lebih waspada terhadap aset berisiko.

WTI futures minyak (kiri) vs. futures S&P 500 (kanan). Sumber: TradingView
WTI futures minyak (kiri) vs. futures S&P 500 (kanan). Sumber: TradingView

Di sisi lain, data ekonomi AS juga memberikan tekanan. Indeks harga produsen AS naik di atas ekspektasi pasar. Dengan demikian, sentimen risiko di pasar keuangan global pun memburuk secara bersamaan.


Pasar Saham AS Ikut Tertekan

Pasar saham Amerika Serikat juga merasakan dampaknya. Indeks S&P 500 melemah seiring naiknya harga minyak. Meskipun demikian, indeks ini masih berada hanya 4% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, data ketenagakerjaan AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Klaim pengangguran berkelanjutan tercatat stabil di angka 1,85 juta jiwa. Angka ini merujuk pada pekan yang berakhir 7 Maret lalu.

Lebih lanjut, data inflasi grosir AS ikut menambah kekhawatiran pasar. Harga grosir naik 3,4% secara tahunan pada bulan Februari. Ini merupakan kenaikan terbesar dalam 12 bulan terakhir.


The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Lebih Lama

Kenaikan harga minyak di atas $98 per barel memberi dampak besar. Investor semakin yakin bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Akibatnya, ekspektasi pasar berubah drastis.

Sebelumnya, peluang suku bunga tetap hingga September berada di angka 89%. Kini angka itu anjlok menjadi hanya 42%. Data ini bersumber dari CME FedWatch Tool berdasarkan pasar futures.

Oleh karena itu, inflasi yang tinggi dan risiko konflik yang berkepanjangan membuat investor semakin menghindari aset berisiko. Namun, bukan berarti pasar mengantisipasi keruntuhan harga secara tiba-tiba.


Imbal Hasil Obligasi AS Masih Terkendali

Salah satu indikator penting adalah imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun. Pada hari Rabu, imbal hasilnya berada di angka 3,71%. Sementara itu, ekspektasi inflasi 2 tahun dari Cleveland Fed tercatat 2,27%.

Dengan demikian, imbal hasil riil yang disesuaikan mencapai 1,44%. Angka ini masih jauh dari kondisi ekstrem. Sebab, pada masa ketakutan pasar yang sangat tinggi, imbal hasil riil biasanya mendekati nol atau bahkan negatif.

Sebaliknya, jika kepercayaan terhadap kebijakan moneter AS runtuh, indikator ini bisa melonjak di atas 2,5%. Jadi, kondisi saat ini masih tergolong normal dan terkendali.


Momentum Bullish Bitcoin Masih Bertahan

Meskipun harga bitcoin turun, data menunjukkan momentum bullish masih terjaga. Salah satu alasannya adalah minimnya penggunaan leverage oleh para pembeli. Hal ini mengurangi risiko likuidasi berantai.

Selanjutnya, dukungan dari pasar spot juga terlihat nyata. ETF Bitcoin spot yang tercatat di bursa AS terus mencatat aliran dana masuk. Selain itu, perusahaan Strategy (MSTR) juga aktif membeli Bitcoin dalam jumlah besar.

Akibatnya, momentum kenaikan harga BTC lebih ditopang oleh permintaan nyata. Bukan oleh spekulasi di pasar derivatif. Ini adalah tanda yang positif bagi keberlangsungan tren bullish.


Risiko Likuidasi Masih Sangat Rendah

Data dari CoinGlass memberikan gambaran yang menenangkan. Estimasi likuidasi posisi long Bitcoin hanya sekitar $450 juta jika harga turun ke $68.000. Jumlah ini kurang dari 1% dari total open interest sebesar $49 miliar.

Lebih penting lagi, funding rate futures perpetual Bitcoin menunjukkan sinyal menarik. Angkanya berada di bawah kisaran netral 6% hingga 12%. Bahkan, kondisi ini terjadi saat harga Bitcoin sempat di atas $76.000.

Kondisi ini memperkuat tesis bahwa permintaan spot — bukan spekulasi derivatif — yang menopang kenaikan harga. Dengan kata lain, pasar tidak terlalu panas dan rentan jatuh.

Estimasi level likuidasi futures BTC, USD. Sumber: CoinGlass
Estimasi level likuidasi futures BTC, USD. Sumber: CoinGlass

Short Seller Mulai Terlalu Percaya Diri

Ada sinyal menarik lain dari pasar. Funding rate negatif menunjukkan bahwa para short seller kini yang membayar biaya untuk mempertahankan posisi mereka. Ini artinya, posisi jual pendek sedang mendominasi pasar derivatif.

Namun, situasi ini justru bisa menjadi bumerang bagi mereka. Jika harga Bitcoin tiba-tiba naik, para short seller akan terpaksa menutup posisi mereka. Hal ini bisa memicu short squeeze yang mendorong harga naik lebih cepat.

Oleh sebab itu, kondisi ini sebenarnya lebih menguntungkan bagi para pembeli jangka panjang. Mereka tidak perlu bersaing dengan tekanan leverage besar dari sisi long.


Emas Menunjukkan Tanda Kelelahan, Bitcoin Bisa Diuntungkan

Perkembangan menarik juga terjadi di pasar emas. Harga emas turun ke $4.900 pada hari Rabu. Sebelumnya, emas bertahan di atas $4.800 selama empat pekan berturut-turut.

Tanda kelelahan ini bisa menjadi peluang bagi Bitcoin. Jika investor mulai merotasi dana dari emas ke Bitcoin, hal itu bisa memicu reli yang lebih kuat. Terlebih lagi, inflasi yang tinggi membuat imbal hasil aset pendapatan tetap semakin tidak menarik.

Sebaliknya, Bitcoin dianggap sebagai aset lindung nilai yang semakin relevan. Khususnya di tengah kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian geopolitik global saat ini.


Kesimpulan: Koreksi Belum Ubah Arah Tren

Secara keseluruhan, harga bitcoin turun memang menciptakan kekhawatiran jangka pendek. Namun, data fundamental dan teknikal masih mendukung kelanjutan tren bullish. Leverage rendah, ETF terus menyerap supply, dan rotasi dari emas bisa jadi katalis berikutnya.

Singkatnya, koreksi ini lebih terlihat sebagai jeda sehat. Bukan sebagai tanda pembalikan tren besar. Investor jangka panjang tampaknya masih memanfaatkan momen penurunan ini sebagai kesempatan akumulasi.


Artikel ini merupakan ringkasan dan terjemahan bebas dari laporan Cointelegraph. Konten disusun ulang dalam Bahasa Indonesia untuk tujuan edukasi. Bukan merupakan saran investasi.

Bitcoin Bertahan di $71.000 Meski Trump Peringatkan Serangan ke Fasilitas Minyak Iran
Vancouver Tolak Penggunaan Bitcoin untuk Cadangan Kota: Apa Sebabnya?
SEC AS Tegaskan: Sebagian Besar Aset Kripto Bukan Termasuk Sekuritas
Bitcoin OG Jual Lebih dari $100 Juta BTC Setelah Sikap Hawkish The Fed Tekan Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Takut Jebol? 5 Cold Wallet Kripto Teraman untuk Simpan Asset Crypto Kamu!
TAGGED:Analisis PasarBerita KriptoBitcoin ETFBTCEmasFederal ReserveFutures BitcoinHarga BitcoinInflasiInvestasi KriptoKriptoLeveragePasar KriptoStrategy MSTR ```

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article XRP Dekati Zona Krusial Opsi $14 Juta, Berpotensi Tentukan Arah Harga
Next Article Bitcoin OG Jual Lebih dari $100 Juta BTC Setelah Sikap Hawkish The Fed Tekan Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Top 5 Aplikasi Saham Terbaik 2026 di Indonesia
Bukan Panik! Ini 3 Hal yang Dilakukan Whale Bitcoin Saat Pasar Kembali Melemah
BSDE Diserbu! Pengendali Guyur Dana Rp 9,36 Miliar, Sinyal Rebound?

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?