CHICAGO – Perusahaan perdagangan kripto, Blockfills, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat. Langkah ini diambil oleh operator perusahaan, Reliz Ltd., setelah menghadapi tekanan keuangan yang berat.
Melalui mekanisme ini, Blockfills dapat merestrukturisasi utang mereka. Perusahaan tetap akan menjalankan operasional bisnis di bawah pengawasan pengadilan.
Ketimpangan Aset dan Kewajiban
Dalam dokumen pengadilan, terlihat kesenjangan besar pada kondisi keuangan perusahaan:
-
Total Aset: Diperkirakan antara $50 juta hingga $100 juta.
-
Total Utang: Mencapai kisaran $100 juta hingga $500 juta.
-
Kerugian: Dilaporkan menyentuh angka $75 juta.
Manajemen menyatakan keputusan ini adalah jalan terbaik. Mereka telah berdiskusi intensif dengan investor dan kreditur untuk menjaga nilai bisnis yang tersisa.
Penghentian Dana Pelanggan dan Gugatan Hukum
Sebelum pengajuan ini, Blockfills telah menghentikan sementara setoran dan penarikan dana. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai likuiditas perusahaan yang semakin menipis.
Selain masalah uang, Blockfills juga terjerat masalah hukum. Perusahaan investasi Dominion Capital melayangkan gugatan atas tuduhan:
-
Penyalahgunaan dana pelanggan.
-
Praktik pencampuran aset (commingling).
Akibatnya, hakim federal sempat memerintahkan pembekuan sebagian aset kripto terkait sengketa tersebut.
Rekam Jejak dan Klien Institusional
Padahal, Blockfills memiliki sejarah transaksi yang sangat besar. Pada tahun 2025, mereka memproses volume perdagangan lebih dari $60 miliar. Mereka melayani sekitar 2.000 klien institusional, mulai dari hedge fund hingga perusahaan penambangan kripto.
Pelajaran bagi Industri
Kasus Blockfills menjadi pengingat bagi pelaku pasar. Meskipun industri aset digital tumbuh cepat, risiko operasional tetap menghantui. Tata kelola dana yang buruk dapat menjatuhkan raksasa sekalipun.


