Bitcoin exchange-traded funds (ETFs) kembali mencatat arus dana masuk yang kuat, sementara dana investasi berbasis altcoin justru mengalami arus keluar. Data terbaru menunjukkan investor institusional masih lebih memilih eksposur terhadap Bitcoin dibandingkan dengan vaset kripto lainnya.
Bitcoin ETF menarik $167 juta dana masuk
Menurut data dari SoSoValue, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat net inflows sekitar $166,6 juta dalam satu hari perdagangan. Arus masuk ini membantu menyeimbangkan kerugian yang terjadi pada minggu sebelumnya ketika investor menarik dana besar dari produk ETF Bitcoin.
Secara total, ETF Bitcoin berhasil mengumpulkan sekitar $311,6 juta inflows selama minggu tersebut, menandakan minat investor yang kembali meningkat meskipun harga Bitcoin sempat mengalami tekanan.
Sebelumnya, ETF Bitcoin mengalami tiga minggu berturut-turut arus keluar, dengan total dana keluar mencapai lebih dari $3 miliar.
Harga Bitcoin sempat turun
Momentum inflow ini terjadi meskipun harga Bitcoin sempat turun sekitar 13% dalam satu minggu, bahkan sempat jatuh di bawah level $68.000 menurut data pasar kripto.
Para analis menyebut bahwa arus dana yang kembali masuk menunjukkan sentimen investor jangka panjang masih kuat, meskipun volatilitas pasar kripto meningkat.
Investor ETF sebagian besar tetap bertahan
Analis ETF dari Bloomberg, Eric Balchunas, mengatakan sebagian besar investor ETF Bitcoin masih memilih untuk menahan investasinya.
Ia memperkirakan hanya sekitar 6% dari total aset ETF Bitcoin yang keluar selama penurunan harga terbaru.
Balchunas juga menambahkan bahwa ETF terbesar, BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT), memang mengalami penurunan aset dari puncaknya yang hampir $100 miliar menjadi sekitar $60 miliar, tetapi angka tersebut masih sangat besar untuk sebuah ETF kripto.
Goldman Sachs mengurangi eksposur Bitcoin ETF
Dalam pengajuan dokumen ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), Goldman Sachs mengungkapkan bahwa mereka mengurangi kepemilikan pada beberapa ETF Bitcoin pada kuartal keempat 2025.
Misalnya, bank tersebut memangkas kepemilikan di BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) dari sekitar 34 juta saham menjadi 20,7 juta saham, dengan nilai sekitar $1 miliar.
Selain itu, Goldman Sachs juga mengurangi posisi di beberapa produk ETF kripto lain seperti:
-
Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC)
-
Bitcoin Depot
-
ETF berbasis Ether
Namun menariknya, Goldman juga membuka posisi baru di ETF berbasis XRP dan Solana, yang menunjukkan strategi diversifikasi mereka dalam sektor kripto.
Dana altcoin mengalami arus keluar
Sementara Bitcoin ETF menarik minat investor, produk investasi altcoin justru mengalami tekanan.
Beberapa ETF altcoin mencatat inflow yang relatif kecil dibanding Bitcoin, seperti:
-
ETF Ether: sekitar $14 juta inflow
-
ETF Solana: sekitar $8,4 juta
-
ETF XRP: sekitar $3,3 juta
Namun secara keseluruhan, aliran dana menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset kripto utama yang dipilih investor institusional.
Bitcoin tetap dominan di pasar kripto
Tren terbaru menunjukkan bahwa saat pasar kripto mengalami ketidakpastian, investor cenderung memindahkan dana ke Bitcoin dibanding altcoin.
Hal ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset kripto utama dan sering dianggap sebagai “safe haven” dalam ekosistem kripto.


