• Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Reading: Kontroversi Polymarket: Taruhan Perang Iran Tuai Kecaman, Diduga Bocoran Orang Dalam
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Contact
Search
  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Kontroversi Polymarket: Taruhan Perang Iran Tuai Kecaman, Diduga Bocoran Orang Dalam
Berita Pasar

Kontroversi Polymarket: Taruhan Perang Iran Tuai Kecaman, Diduga Bocoran Orang Dalam

Bianca
Last updated: April 11, 2026 9:31 am
Bianca
Published: April 11, 2026
Share

Kontroversi Polymarket dan dugaan insider trading kembali menghangat. Platform pasar prediksi berbasis kripto itu kini menghadapi tekanan besar dari para pembuat undang-undang Amerika Serikat, menyusul serangkaian taruhan yang dinilai terlalu “tepat waktu” seputar perang AS-Iran.

Contents
  • Taruhan Miliaran Sebelum Berita Resmi Keluar
  • “Pasar Kematian yang Distopik”
  • Nuklir dan Batas Etika
  • Dugaan Kebocoran Informasi Rahasia Negara
  • Kongres Mulai Bertindak
  • Kalshi Ambil Sikap Berbeda
  • Kesimpulan

Taruhan Miliaran Sebelum Berita Resmi Keluar

Setidaknya 50 akun baru di Polymarket memasang taruhan besar pada gencatan senjata AS-Iran — hanya beberapa jam, bahkan menit, sebelum Presiden Trump mengumumkannya secara resmi di media sosial. NPR

Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya, seorang pengguna anonim meraup keuntungan sekitar $550.000 dengan bertaruh bahwa AS akan menyerang Iran dan Ayatollah Ali Khamenei akan digulingkan — taruhan yang dilakukan tepat sebelum perang dimulai. NPR

Selain itu, peneliti Harvard memperkirakan bahwa $143 juta keuntungan telah diraih di Polymarket oleh individu yang diduga memiliki informasi orang dalam — mulai dari pertunangan Taylor Swift hingga pengumuman Hadiah Nobel Perdamaian. WVAS


“Pasar Kematian yang Distopik”

Kemarahan publik tak hanya soal dugaan insider trading. Polymarket juga sempat membuka pasar taruhan terkait nasib tentara AS yang ditawan di Iran.

Congressman Seth Moulton memaksa Polymarket menarik pasar yang mempertaruhkan kapan AS akan mengkonfirmasi penyelamatan anggota Angkatan Udara yang ditembak jatuh oleh Iran. Moulton menyebut Polymarket sebagai “dystopian death market” — pasar kematian yang distopik. TradingView

Tak lama setelah itu, Polymarket meminta maaf dan menarik pasar tersebut. Platform itu mengakui bahwa pasar tersebut tidak memenuhi standar internal mereka dan sedang menyelidiki bagaimana hal itu bisa lolos dari pengawasan. CoinDesk


Nuklir dan Batas Etika

Kontroversi tidak berhenti di situ. Polymarket sempat mempromosikan pasar yang menampilkan peluang 22% terjadinya ledakan nuklir di tahun 2026 — sebuah postingan yang kemudian dihapus setelah menuai kecaman luas. TradingView

Peneliti hukum internasional dari University of New South Wales, Karoline Thomsen, menyebut taruhan semacam ini sebagai ladang ranjau etika. Menurutnya, menempatkan taruhan besar pada serangan militer juga bisa memberi sinyal kepada negara target bahwa serangan tersebut memang akan terjadi. TradingView

Monetizing nuclear attacks (David Sirota)
Monetizing nuclear attacks (David Sirota)

Dugaan Kebocoran Informasi Rahasia Negara

Tuduhan yang lebih serius pun mulai bermunculan. Senator Blumenthal menyebut Polymarket telah berubah menjadi pasar gelap untuk menjual dan mengeksploitasi rahasia keamanan nasional — bahkan berpotensi menjadi sarang intelijen asing yang memantau taruhan-taruhan mencurigakan tersebut. WVAS

Sementara itu, analis on-chain menemukan 38 akun yang diduga milik satu orang dan berhasil meraup lebih dari $2 juta dengan bertaruh tepat pada serangan 28 Februari — dengan tingkat keberhasilan mendekati 100 persen. Al Jazeera


Kongres Mulai Bertindak

Tekanan regulasi semakin menguat. Anggota DPR Ritchie Torres mengirim surat kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk menyelidiki taruhan-taruhan yang mencurigakan ini. NPR

Lebih jauh lagi, Senator Chris Murphy memperkenalkan RUU BETS OFF Act, yang akan melarang platform seperti Polymarket dan Kalshi dari menerima taruhan terkait aksi pemerintah, terorisme, perang, pembunuhan, dan peristiwa di mana seseorang mengetahui atau mengendalikan hasilnya. Al Jazeera


Kalshi Ambil Sikap Berbeda

Di tengah kontroversi ini, pesaing Polymarket mengambil posisi yang lebih hati-hati. Kalshi menyatakan bahwa mereka tidak mengizinkan pasar yang secara langsung terkait dengan kematian, perang, atau pembunuhan — karena tidak ingin menciptakan insentif perverse yang mendorong orang untuk mewujudkan peristiwa berbahaya demi keuntungan finansial. TradingView

Namun demikian, ada catatan menarik soal persaingan ini. Donald Trump Jr. diketahui menjadi investor di Polymarket melalui perusahaan modalnya, sekaligus menjadi penasihat strategis berbayar di Kalshi. NPR


Kesimpulan

Singkatnya, Polymarket kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, platform ini tumbuh pesat dan menjadi barometer opini publik global. Namun di sisi lain, serangkaian taruhan yang terlalu “kebetulan” seputar perang Iran telah memicu pertanyaan serius soal integritas pasar, keamanan nasional, dan etika platform prediksi berbasis kripto. Regulasi tampaknya sudah di depan pintu.

Ledn Jual Obligasi Bitcoin $188 Juta, RUU CLARITY Diharapkan Lolos, Riot Platforms Didorong Masuk AI
Muhammadiyah Sebut Investasi Kripto Diperbolehkan
Hotel Fitra (FITT) Batalkan Akuisisi Saham Poseidon Shipping
Misi Artemis II Mendarat, Pengguna Kalshi dan Polymarket Pasang Taruhan
Harga Minyak Sawit (CPO) Melesat 8 Persen Pekan Ini
TAGGED:BETS OFF ActBlockchainCFTCGencatan SenjataInsider TradingKalshiKeamanan NasionalKriptoPasar PrediksiPerang IranPolymarketRegulasi Kripto

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Previous Article Inflasi AS Mereda, Bitcoin Menguat — Tapi Pemangkasan Suku Bunga April Tetap Jauh dari Kemungkinan
Next Article Misi Artemis II Mendarat, Pengguna Kalshi dan Polymarket Pasang Taruhan

Follow US

Find US on Socials
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
Subscribe to our newsletter

Get Newest Articles Instantly!

Popular News
Altseason Kripto 2026: Pola 2017 Terulang Kembali?
Bitcoin Saat Perang: 5 Alasan Mengapa Kripto Tetap Kuat
Bitcoin Dipakai di Selat Hormuz, Apakah Ini “Game Over” untuk XRP?

Follow Capitalindo.id Us on Socials

Informasi pasar, aset digital, dan dinamika ekonomi modern

Twitter Youtube Telegram Linkedin

Media informasi pasar yang menyajikan berita, data, dan insight seputar aset digital dan ekonomi modern tanpa ajakan investasi.

  • Aset Digital
  • Berita Pasar
  • Data & Insight
  • Ekonomi Modern
  • Teknologi Finansial (Fintech)
capitalindo.id
Copyright © 2026 capitalindo.id, All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?