Inflasi Maret Lebih Rendah dari Perkiraan
Biro Statistik Ketenagakerjaan AS (BLS) baru saja merilis data CPI Maret. Hasilnya, inflasi naik 0,9% dibanding bulan sebelumnya. Secara tahunan, angkanya tercatat 3,3%.

Meski begitu, angka ini masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Dengan kata lain, inflasi memang mereda — namun belum benar-benar terkendali.
Harga Energi Jadi Biang Kerok
Salah satu pendorong utama inflasi bulan ini adalah lonjakan harga energi. Indeks energi melonjak hampir 11% dalam sebulan. Bahkan, harga bensin sendiri naik lebih dari 21%.
Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik antara AS, Iran, dan Israel. Akibatnya, ketidakpastian makroekonomi global semakin meningkat.
Peluang Pangkas Suku Bunga di April: Nol Persen
Meskipun data inflasi sedikit menggembirakan, pasar tidak bergerak. Berdasarkan CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga di April tetap 0%.
Sebaliknya, probabilitas suku bunga tidak berubah mencapai 98,4%. Selain itu, anggota FOMC sendiri masih terpecah soal arah kebijakan ke depan. Bahkan, opsi kenaikan suku bunga pun tidak sepenuhnya tertutup.
Mengapa Suku Bunga Penting bagi Kripto?
Pengendalian inflasi adalah bagian dari mandat ganda The Fed. Tugas mereka adalah menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong lapangan kerja.
Suku bunga rendah cenderung mendorong harga aset naik. Sebaliknya, suku bunga tinggi membatasi aliran modal ke pasar keuangan. Oleh karena itu, kebijakan moneter The Fed berdampak langsung pada harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Bitcoin Merespons Positif
Sementara itu, pasar kripto bergerak lebih optimis. Harga Bitcoin naik lebih dari 1,5% pada hari Jumat. Bahkan, BTC sempat menyentuh level $73.000 sesaat setelah data CPI dirilis.
Analis: Target Berikutnya $80.000 hingga $100.000
Matt Mena, Kepala Riset Kripto Senior di 21Shares, menyatakan bahwa zona $73.000–$75.000 adalah target krusial berikutnya. Menurutnya, jika BTC berhasil menembus area tersebut, konsolidasi singkat kemungkinan akan terjadi.
Setelah itu, pasar bisa menguji level $80.000. Lebih jauh lagi, Mena menyebut bahwa jika Clarity Act disahkan, Bitcoin berpotensi mencapai $100.000. Pada saat yang sama, total kapitalisasi pasar kripto global bisa menyentuh $3–$3,2 triliun sebelum akhir Q2 2026.
Kesimpulan
Singkatnya, data CPI Maret memang sedikit lebih dingin dari ekspektasi. Namun demikian, belum ada cukup alasan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Di sisi lain, Bitcoin justru memanfaatkan momen ini untuk kembali bergerak naik. Para analis pun mulai optimis bahwa level harga yang lebih tinggi bisa dicapai dalam beberapa bulan mendatang.


